Marcus Miller

Bassis, multi-instrumentalis dan produser, Marcus Miller telah bermain dalam ratusan sessions jazz, R&B dan rock, telah merilis beberapa rekaman solo sejak akhir 70an, diawali bersama Bobbi Humphrey dan Lonnie Liston Smith. Terlepas dari banyaknya topi yang ia pakai, ia adalah seorang improviser, interpreter, arranger, penulis lagu, komposer musik-film, bassis, klarinetis, saksofonis.

Awalnya ia adalah pemain tetap dari klub jazz di New York. Lahir dari Brooklyn pada 14 Juni 1959 dan dibesarkan di Jamaika. Ia sudah tahu bahwa ia bisa memainkan beberapa instrumen sejak masih remaja. Ayahnya adalah pengarah paduan suara dan pemain organ, memberi pengaruh yang sangat besar dalam musik Marcus. Ketika bertemu dengan Bobbi Humphrey dan Lonnie Liston Smith, Marcus menjadi senang dengan musik dari Dave Grusin, Earl Klugh, Grover Washington, Jr., Chaka Khan dan Bob James.

Di usia 13 tahun, Marcus sangat lihai memainkan klarinet, piano, gitar bass dan menulis beberapa lagu. Dua tahun setelahnya, ia bekerja di New York, bermain bass dan menulis musik untuk flutist jazz Bobbi Humphrey dan keyboardis Lonnie Liston Smith.

Marcus terlibat dalam sesi musik lebih dari 500 album, dari Michael Jackson, Herbie Hancock, Mariah Carey, Wayne Shorterm McCoy Tyner, Frank Sinatra, George Benson, Dr. John, Aretha Franklin, Elton John, Grover Washington, Jr., Donald Fagen, Bill Withers, Chaka Khan, LL Cool J dan Flavio Sala.

Bakatnya ditemukan oleh Michal Urbaniak di 1975, selama 15 tahun sebagai “sideman” atau musisi sesi sambil mengamati bagaimana band leader bekerja. Selama itu juga ia juga banyak terlibat dalam aransemen dan produksi. Ia menjadi bagian dari band di Saturday Night Live 1978-1979. Ia menulis intro lagu Aretha Franklin, “I Wanna Make It Up To You”.

Selama tahun 1981-1982, ia banyak bermain untuk album Miles Davis, termasuk “Tutu” dan “Music from Siesta”.

Sepanjang tahun 1980an-2000an, selain merilis album solo, Marcus juga terlibat dalam produksi dan sesi musik secara konstan. Album solonya oleh media menyebutnya beragam, mulai dari smooth R&B, funk sampai jazz.

Album M2 (2001) memenangkan Grammy untuk “Best Contemporary Jazz Album”.

Marcus terpilih sebagai UNESCO Artist for Peace dan menjadi juru bicara dari organisasi Slave Route Project.

Album “Afrodezia” (2015) sesi rekaman mengambil tempat di Afrika, Eropa, Amerika Selatan, Karibia dan Amerika Serikat. Sesi ini menghadirkan tamu Chuck D., Lalah Hathaway, Robert Glasper, Etienne Charles, Ambrose Akinmusire, Keb ‘Mo’, Wah-Wah Watson, Mocean Worker dan Ben Hong.