Browse By

Music In News This Week

Citra Scholastika: Aku Bukan Rihanna

Perubahan penampilan rambut vokalis Citra Scholastika yang kian mirip dengan vokalis asal AS, Rihanna, belakangan memang menimbulkan pro dan kontra. Kalau pun disebut mirip Rihanna, bagi Citra hal itu serba kebetulan.

“Sempat ditanyain, ‘Kenapa sih berubah penampilan?’, sebenarnya pas Citra memang lagi pengin coba-coba, dan pas saja. Jadi bukan yang gimana-gimana, susah banget meninggalkan sosok itu, berubah itu enggak pengin dibilang Rihanna. Aku terpaksa rambut pendek karena rambutku mulai rusak. Karena waktu itu belum berani potong rambut, aku sempat tutupin pakai wig ala Cleopatra. Karena mulai enggak betah, akhirnya aku memutuskan potong pendek walaupun agak berat.”

Namun, masalah tak sampai di situ saja. Citra semakin dianggap ingin meniru Rihanna hanya gara-gara memiliki single yang berjudul sama dengan penyanyi berkulit hitam itu.

“Bukan cuma rambut saja, cuma yang heboh itu ‘Citra ini wannabe banget sih, mau seperti Rihanna’. Aku pikir bahaya nih karena aku lagi promo lagu ‘Berlian’, kan Rihanna itu lagunya ‘Diamond’. Ya aku pengin banget sosialisasi lebih lebar lagi kenapa Berlian? Ya karena ini filmnya berjudul Berlian. Kalau filmnya berjudul yang lain seperti Permata ya lagunya juga Permata, aku baru sadar setelah ada fans yang bilang ‘Kok Berlian sih? Rihanna kan Diamond’.”

Enggan terus-menerus dicap mirip Rihanna, dalam berbagai kesempatan Citra mencoba untuk meluruskannya.

“Awalnya aku marah banget, aku menanggapi media itu agak emosi. Aku masih kaget, ternyata haters itu begini ya. Makanya aku pengin klarifikasi, aku bukan Rihanna banget.”

 

Frank Turner sebut protes pemakaman Margaret Thatcher ‘menjijikkan’ dan ‘sangat kekanak-kanakkan’

Frank Turner melabeli para pemrotes pada acara pemakaman Margaret Thatcher’s funeral 17 April lalu sebagai “fucking immature”.

Kepada Gigwise tentang pemakaman kontroversial mantan Perdana Menteri Inggris ini, ia berkata:

“Saya bukanlah pendukung politiknya dan saya cukup terganggu dengan reaksi sebagian orang kiri. Ini nih pemakaman, tahu maksud saya? Cukuplah semua itu!”

Turner memiliki sebuah lagu bertitel ‘Thatched Fucked The Kids’, dan inilah komentarnya

“Gara-gara sebuah lagu yang pernah saya tulis, orang-orang menduga bahwa saya akan terlibat dalam aksi protes. Tapi tahu ngga,  The Westboro Baptist Church adalah tipe orang yang akan memrotes pemakaman dan saya tidak tertarik menjadi bagian dari omong kosong itu. Sungguh menjijikkan. Sangat kekanak-kanakkan.”

Fall Out Boy’s Pete Wentz: ‘Why are we the only band willing to save rock’n’roll?’

Bassis Fall Out Boy Pete Wentz  mengklaim bahwa hanya dia dan teman-teman satu bandnya adalah satu-satunya grup “yang berusaha menjadi dan menyelamatkan rock’n’roll”.

Dengan album terbaru mereka yang secara pas diberi judul ‘Save Rock & Roll’, dijadwalkan untuk rilis 15 April mendatang. Kepada Daily Star. Wentz berkata bahwa “pahlawan rock” di blantika musik kini nyaris tak ada. Ia juga mengaku putus asa ketika semua band terdengar sama.

“Kenapa hanya kami band yang mau menerima tantangan untuk menyelamatkan rock’n’roll? Saya ingin membuat anak-anak jaman sekarang merasakan apa yang saya rasakan dulu saat kecil ketika menonton video-video Guns N’ Roses, kamu  butuh rock star heroes. Ketika kami vakum dari kegiatan, saya sering mendengarkan radio dan semuanya kedengaran sama saja.

Vokalis Patrick Stump, menambahkan:

“Orang akan marah pada judul album kami, tapi sungguh menyedihkan kalau band cuma mau main aman. Ketika rock’n’roll menjadi bisa ditebak, entah penampilan atau bunyinya, itu adalah hal terakhir mengenai rock’n’roll yang terpikir oleh saya. Sepertinya ada semacam resep yang tersedia untuk memberi tahu bagaimana kamu harusnya ngerock, dan kami di sini hendak menyelamatkan ide mengenai rock’n’roll.”

Brian Eno menyiapkan musik latar untuk merawat pasien rumah sakit

Brian Eno telah menyusun dua komposisi musik yang akan dipergunakan untuk merawat pasien di rumah sakit.

Seperti yang dilaporkan Independent, Montefiore Hospital di Hove, East Sussex, telah meluncurkan dua musik dan instalasi cahaya yang dikerjakan oleh produser terkenal tersebut. Musik pertama, ’77 Million Paintings for Montefiore’, akan dimainkan di bagian penerimaan rumah sakit, dan akan mengatur sebuah sistem eletronik yang disebut musik generatif, sehingga bunyi-bunyian yang dihadirkan akan terus berubah dan tidak akan pernah berulang.

Komposisi kedua, ‘Quiet Room For Montefiore’, akan dipergunakan sebagai musik latar di bagian terpisah di lantai bawah sebagai tempat untuk menyepi, berpikir, atau sekedar bersantai bagi para pasien, staf dan pengunjung rumah sakit.

Jur bicara untuk Eno berkata bahwa instalasi yang dibuat terinspirasi oleh Florence Nightingale. Ditegaskan pula bahawa komposisi tersebut tidak tersedia untuk rumah sakit secara umum. Hanya di Montefiore Hospital.