#NumpangNgeceng Prince

Prince meninggalkan banyak arti bagi banyak orang sejak debutnya di album pertama, For You (1978). Beberapa menyebutnya jenius, yang lain menyebutnya sebagai artis hebat dan berbakat yang telah banyak memberi kontribusi besar dalam musik pop, seperti lagu “Raspberry Beret”, “Purple Rain”, “Sign O’The Times”, “Cream”.

Prince lahir dengan nama lengkap Prince Rogers Nelson di 1958, Minneapolis, Minnesota. Ibunya bernama Mattie Della dan ayahnya bernama John Lewis Nelson. Kedua orangtuanya juga musisi, ibunya adalah penyanyi jazz dan ayahnya adalah pianis dan penulis lagu. Ayahnya memakai nama panggung “Prince Rogers”, nama Prince juga diambil dari nama panggung ayahnya.

Saudara perempuannya, Tyka Evene, Lorna, Norrine dan Sharon Nelson. Saudara laki-lakinya, Duane dan John R. Nelson. Semua saudaranya, kecuali Tyka, juga berprofesi sebagai musisi, dan merupakan saudara tirinya, lahir dari ayahnya dan Vivian Nelson.

Ia mulai memainkan piano di usia 7 tahun, gitar di usia 13 tahun dan drum 14 tahun.

Band pertamanya, Grand Central, menjadi langkah awalnya memulai karir solo dan mulai belajar bagaimana memproduseri sendiri rekaman.

Perjalanan musik
Karir bermusiknya sering disebut orang sebagai “one-man band”, dimana ia memainkan semua instrumen, menulis semua lagu dan lirik. Beberapa menyebutnya sebagai orang berbakat dan gabungan dari Little Richard, James Brown dan Jimi Hendrix.

Pengaruh musiknya sangat luas, ia menulis juga memproduseri lagu-lagu untuk artis lain, seperti The Time, Sheila E, George Clinton dan The Bangles.

Memang sudah bermain musik dari kecil, tapi debut albumnya baru dirilis pada 1978. Sejak saat itu ia telah merilis 39 album dan telah terjual lebih dari 100 juta copy di seluruh dunia, ia juga menjadi salah satu artis dengan penjualan terbaik sepanjang masa.

Namanya dimasukkan dalam Rock and Roll Hall of Fame di tahun 2004, memenangkan Grammy Award sebanyak 7 kali dan memenangkan Golden Globe dan Oscar.

Melahirkan hits seperti 1999, Kiss, When Doves Cry, Controversy, Let’s Go Crazy, Take Me With U dan tentu saja Purple Rain. Lagu Little Red Corvette juga menjadi hits besar di radio dan MTV pada 1982. Di era 80an, namanya setara dengan populernya Michael Jackson, Bruce Springsteen dan Madonna.

Ia bergabung dengan label Warner Brothers Records di usia 18 tahun.

Menjadi artis pembuka untuk the Rolling Stones di tahun 1980-1981.

The Revolution, band yang ia bentuk dengan menghadirkan dua wanita. Band ini bubar sebelum Prince merilis “Sign O’The Times” yang banyak mendapat pengakuan.

Album Under the Cherry Moon kurang sukses dan kemudian Prince menulis untuk skoring film Tim Burton, Batman.

Ia bermain gitar dalam lagu “Like a Prayer” milik Madonna, ia menari bersama James Brown saat ia baru 10 tahun, ia bermain bersama Zooey Deschanel dalam serial New Girl, dan ia adalah inspirasi dalam Tupac Shakur, “All Eyez on Me”.

Menulis hits Sinead O’Connor, Nothing Compares 2 U.

Prince, menjadi sosok musisi yang punya peran besar dalam penamaan label di album, “Parental Advisory”. Dimana ia pernah menulis lagu mengenai masturbasi yang disebut “Darling Nikki”.

Ia juga menulis sebuah memoir, The Beautiful Ones, yang ia umumkan di konsernya pada Maret 2016, namun tidak diketahui bagaimana progress selanjutnya.

Ia membuat beberapa album dan video yang belum dirilis, salah satunya dengan nama feminin yang merupakan alter egonya, Camille, debut di “If I was Your Girlfriend” dari album “Sign O’ The Times” (1987). Nama Camille juga disebut dalam “The Black Album”. Menariknya, “The Black Album” sebelum dirilis aslinya di tahun 1987, banyak spekulasi beredar, mengenai Prince yang bekerja sama dengan iblis. Beberapa yang lain mengklaim bahwa ia mendapat reaksi buruk dari ekstasi. Pihak Warner Bros Records merilis album ini tujuh tahun setelahnya.

Single nomor satu pertamanya, “When Doves Cry”, tidak hanya diingat karena Prince memainkan semua instrumennya, tapi juga merupakan lagu dance yang sangat tidak konvensional karena tidak adanya bass line, yang ia hilangkan setelah dimixed.

Untuk soundtrack “Purple Rain” saja, terjual lebih dari 13 juta copy, memenangkan Academy Award untuk Best Original Song Score.

Prince pernah berseteru dengan label rekaman Warner Brothers yang menurutnya terlalu banyak mengontrol musik dan karyanya. Dalam satu waktu ia mengubah namanya dengan simbol dan memakainya di depan publik, dengan bertuliskan “Slave” di wajahnya sebagai bentuk protes. Prince juga pernah memakai nama “The Artis Formerly Known as Prince”, tapi kemudian mendapatkan kontrak dengan label dan memintanya memakai namanya kembali.

Kehidupan pribadi
Ia pernah dikaitkan dengan nama-nama artis wanita, seperti Madonna, Kim Bassinger, Susanna Hoffs dan Carmen Electra. Bahkan beberapa wanita tersebut pernah berkolaborasi dengan mereka, seperti Vanity, Sheila E, Susanna Hoffs dari The Bangles dan Sheena Easton.

Pada 1985, ia bertunangan dengan Susannah Melvoin, tapi mereka tidak pernah menikah.

Pada 1996, ia menikah dengan penyanyi dan penari latar, Mayte Garcia. Bersama Mayte, mereka memiliki satu putera yang sayangnya meninggal dunia seminggu setelah dilahirkan akibat sindrom Pfeiffer. Prince menyembunyikan kejadian ini dari pihak media dan bahkan menuntut staff Paisley Park yang telah menyebarluaskan informasi tersebut. Garcia adalah wanita yang menjadi inspirasinya dalam lagu “The Most Beautiful Girl in the World”. Prince dan Garcia berpisah tiga tahun kemudian.

Ia menikah kembali di tahun 2001, kali ini dengan Manuela Testolini, tapi mereka berpisah lima tahun kemudian di tahun 2006.

Penampilannya
Prince dikenal dengan lagu-lagunya yang seksi, gaya panggung yang sangat flamboyan. Dan ia adalah seorang kristiani yang taat. Prince juga seorang yang sangat spiritual, tapi semenjak ia pindah ke Jehovah’s Witness banyak mengejutkan orang. Ia juga tidak memberi suara saat pemilihan presiden Amerika Serikat, karena mereka dengan Jehovah’s Witness tidak diperbolehkan memberi suara.

Selain musisi hebat, Prince juga dikenal sebagai ikon fashion dunia. Ia banyak melahirkan ide-ide yang tidak umum yang bertentangan dengan jenis kelamin misalnya, ras, maskulinitas, dan lain-lain.

Sempat menghilang, dan penampilannya pertama di milenium baru adalah saat tampil bersama Beyonce di Grammy Awards 2004, di tahun yang sama ia tampil dengan sangat baik ketika membawakan solo “Whike My Guitar Gently Weeps” sebagai tribute untuk George Harrison.

Ia telah banyak ditiru oleh beberapa komedian, yang paling populer adalah Billy Crystal dalam Saturday Nigt Live (yang Prince sendiri memberi izin) dan David Chappelle yang memainkan parodi Prince, baru-baru ini wajahnya menjadi cover untuk single di 2013, “Breakfast Can Wait”.

Kematiannya
Prince dalam perjalanan pulang setelah tampil gig di Atlanta pekan lalu dan penerbangannya dipaksa mendarat untuk membawa Prince segera ke rumah sakit. Sebelumnya, diberitakan bahwa ia terkena gejala seperti flu beberapa minggu dan diharuskan untuk menunda jadwal pertunjukan. Ia ditemukan meninggal dunia di studio rekaman miliknya, Minnesota, pagi 21 April 2016, tapi penyebab kematiannya masih belum secara resmi dipublikasikan.

Penjualan single dan albumnya di iTunes meningkat tajam, 4 album dan 3 single nya berhasil naik ke Top 10.

Penampilan terakhirnya pada 14 April 2016, di Atlanta, dimana ia mengakhiri pertunjukan di Fox Theater dengan lagu hitsnya, “Purple Rain”. Publik terakhir melihatnya pada Selasa malam di acara Dakota Jazz Club bersama penyanyi Lizz Wright, di Minneapolis.