Optimis Lomba Fotografi Mampu Ubah Stigma Beting

Pontianak – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar lomba fotografi untuk mengubah stigma negatif kawasan Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur.

“Potensi yang dimiliki Kampung Beting sebagai destinasi wisata kami kenalkan melalui lomba foto dengan tema pesona Kampung Beting, dalam mengubah stigma negatif yang selama ini melekat di sana,” kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Selasa.

Ia mencontohkan seperti sebuah foto seorang anak tengah melakukan salto terjun dari steigher yang berlokasi di depan Masjid Jami` ke Sungai Kapuas, berhasil menjadi pemenang pertama, yakni karya hasil jepretan Lukman Hakim yang berjudul “Anak Beting” ini memperoleh poin tertinggi setelah melalui proses penilaian juri.

Sementara itu, karya dari Meriani dengan judul foto “Keindahan Kampung Beting” menjadi pemenang pertama untuk kategori Foto Aerial. Foto melalui udara dengan menggunakan drone itu merupakan gambaran keindahan Kampung Beting saat malam hari, katanya.

Sutarmidji mengapresiasi karya-karya foto para peserta Lomba Foto Pesona Kampung Beting tersebut. Foto-foto yang ikut serta dalam lomba bagus-bagus. Melalui karya foto para fotografer ini, tampilan Kampung Beting dari sisi yang positif mampu mengubah citra kawasan itu selama ini.

“Lomba foto ini luar biasa, kita melihat kawasan itu kalau tertata dengan baik dan keamanannya terjaga itu sangat indah,” ujarnya.

Ia berharap foto-foto yang ikut serta dalam lomba ini sewaktu-waktu bisa dipamerkan pada kesempatan lain. Tujuannya supaya masyarakat mengetahui bahwa potret Kampung Beting itu seperti yang digambarkan dalam foto-foto tersebut.

Sutarmidji optimistis bila nanti penataan di Kampung Beting sudah dilakukan secara menyeluruh, kawasan tersebut menjadi tempat yang luar biasa. Bahkan, kata dia, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pernah menyatakan bahwa kalau di Brunei Darussalam ada nama kampung di atas air, itu akan jauh lebih menarik Kampung Beting bila ditata dengan baik dibandingkan kampung yang dimiliki negeri tetangga itu.

“Itulah sebabnya pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR lebih serius untuk menata Kampung Beting,” kata Sutarmidji.

Menurut dia, Pemkot Pontianak juga serius dalam mendukung sarana dan prasarana penunjang di Kampung Beting, misalnya, pasar bangunannya ditambah supaya nanti tidak ada lagi yang berjualan di halaman parkir. Di sana juga ada Balai Pertemuan warga yang sangat representatif.

“Sekarang juga tengah dibangun kawasan Tambelan Sampit. Dalam dua tiga tahun ke depan, wajah Kampung Beting itu akan berubah total,” imbuhnya.

Bearing salah satu juri Lomba Foto Pesona Kampung Beting mengatakan jumlah karya foto yang ikut lomba ini sebanyak 105 foto. Untuk obyektifitas penilaian, nama peserta dirahasiakan. Sebagai gantinya, dicantumkan nomor peserta.

“Misalnya peserta nomor satu mengirimkan lima foto karyanya. Dari lima itu, kita pilih salah satu yang terbaik untuk masuk semifinal,” tuturnya.

Setiap foto mendapat poin, foto yang masuk sebagai pemenang pertama adalah karya yang mendapat poin tertinggi. Namun demikian, hampir sebagian besar karya foto peserta turut dipamerkan meskipun tidak menjadi pemenang. “Secara umum karya-karya foto yang ikut serta lomba ini sangat memuaskan, hanya satu yang kita diskualifikasi karena olah digital terhadap karya fotonya berlebihan,” katanya.

Lukman Hakim, pemenang pertama kategori Lomba Foto mengatakan senang dan terharu setelah hasil karyanya ditetapkan memiliki poin tertinggi di antara karya foto lainnya.

“Suatu anugerah bagi saya pribadi mendapatkan juara I dalam even bergengsi ini, dan baru kali ini saya berhasil merebut juara pertama,” ucapnya.

Diakuinya, untuk mendapatkan momen-momen terbaik, dirinya rela stand by di Kampung Beting. (Wati Susilawati)