Browse By

Perencanaan Anggaran Daerah Pontianak Secara Nasional Dinilai Baik

Pontianak – Staf Khusus Menteri Keuangan, Robert A Simanjuntak, mengatakan secara rata-rata nasional Pontianak terhitung baik.

Dia mencontohkan PAD yang rata-rata nasionalnya untuk kota 17,50 persen, sedangkan Pontianak pada 2016 PAD-nya dalam APBD sebesar 22,31 persen.

“Rasio PAD-nya juga bagus. Misalnya salah satu penunjang PAD adalah BPHTB, itu baik.”

Robert menyarankan agar Pontianak memperhatikan belanja modal. Menurutnya dari tahun ketahun belanja modal mesti meningkat.

Dia juga mengingatkan untuk tidak lengah pada serapan anggaran. Secara nasional ini menjadi masalah, penyerapan belanja modal pada triwulan I sampai III sangat rendah. Akan tetapi melonjak pada November dan Desember.

“Terjadi karena perencanaan belanja modal yang kurang baik dan proses lelang lama. Ini masalah kita semua,” sebutnya.

Kasubdit Dukungan Teknis Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Asnil lebih banyak memberi gambaran keuangan daerah secara nasional. Di banyak daerah dia mengatakan banyak potensi PAD yang belum dimaksimalkan. “Semoga di Pontianak penetapan target PAD berdasarkan potensi, kemudian dapat dipungut maksimal,” katanya.

“Tetapi dalam meningkatkan PAD jangan merusak tatanan yang ada.”

Salah satu pendapatan daerah adalah perizinan. Dia mengingatkan agar Pemkot Pontianak tidak mendongkrak PAD dengan membebani masyarakat dalam mengurus perizinan.

“Itu justru akan menghambat investasi,” katanya. (sis)