Pedagang Pasar-Tengah Minta Dispensasi

Pontianak – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Asahan, kawasan Pasar Tengah meminta dispensasi agar tetap bisa berjualan hingga akhir Lebaran tahun 2016, baru kawasan pasar itu dibangun kembali oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Menurut Syarif Abdurrahman, salah seorang perwakilan PKL di kawasang Pasar Tengah, kemarin, pihaknya minta keringanan waktu saja.

“Kami minta Pemkot Pontianak memberi waktu kepada kami bisa tetap berjualan hingga akhir Lebaran tahun ini, baru melakukan pembongkaran,” kata dia.

Ia menjelaskan, jika Pemkot Pontianak tetap melakukan pembongkaran, maka ada sekitar 30 PKL di Jalan Asahan kawasan Pasar Tengah akan mengalami kerugian, karena mereka sudah membeli barang dagangan dalam jumlah banyak untuk persiapan menjelang Ramadhan dan Lebaran.

“Bahkan tidak sedikit para PKL yang sudah meminjam kredit di bank untuk menambah modal dalam menyambut bulan Ramadhan dan Lebaran, yang kami anggap berkah,” ungkapnya.

Pemkot Pontianak, berencana membangun kembali Pasar Tengah yang terbakar pada tanggal 21 Agustus 2015, sehingga untuk sementara pedagang di kawasan Pasar Tengah harus pindah ke tempat yang telah disediakan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan UKM Kota Pontianak Haryadi menyatakan, secara bertahap para pedagang di kawasan Pasar Tengah akan pindah ke sekitar Pasar Cempaka, Kapuas Indah.

Ada sekitar 206 pedagang yang terdiri atas 148 pemilik kios di kawasan Jalan Batang Hari dan 58 pedagang kaki lima di kawasan itu, selanjutnya pindah ke sekitar Pasar Cempaka Kapuas Indah.

Menurut dia, pemindahan para pedagang harus dilakukan secepatnya karena pembangunan sebentar lagi akan dimulai.

Pasar Tengah yang baru nantinya akan dibangun dua lantai yang terdiri atas tujuh blok. Sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), kata dia, aktivitas pedagang harus bersih dan steril dari lokasi pembangunan.

Menurut Haryadi, pembangunan kembali Pasar Tengah membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar yang bersumber dari APBN.

“Lama pembangunan sekitar enam bulan. Dengan demikian, bisa ditempati oleh pedagang akhir tahun 2016,” katanya. (Wati Susilawati)