Pembangunan SMPN 13 Prioritas di Perubahan Anggaran

Warta Volare Edisi 17 Maret 2015

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menjanjikan tahun depan, pembangunan SMPN 13 yang terbakar beberapa waktu lalu akan dimulai.

Walikota Pontianak Sutarmidji,  mengungkapkan pihaknya mulai perencanaan pembangtunan sekolah negeri tersebut.

“Kita sudah melakukan perencanaan, nanti April kita mulai lelangnya dan pemenangnya sudah kita tentukan. Kita masukkan dalam anggaran perubahan,” katanya, Selasa (17/3).

Ia berharap pengerjaan tersebut bisa tuntas tahun ajaran tahun depan, terpatnya bulan Mei atau Juni 2016, SMPN 13 yang baru akan digunakan.

“Bangunannya tiga lantai, 36 ruang dari 21 ruang kelas.  Biaya sekitar Rp 20 miliar,” ujar Midji.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut dan belum terngkap. Polisi menduga terjadi konsleting listrik.

“Kita ingin tahu secara jelas dan gamblang apa penyebabnya. Kebanyakan kasus kebakaran di Kota Pontianak tidak pernah tuntas dan cenderung tidak berkembang. Kita tidak tahu penyebab pastinya hanya menduga-duga bisa saja itu disengaja. Belum terungkap pastinya, makanya abu-abu penyebab kebakaran hebat itu,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak Herman Hoffi Munawar.

Ia meminta kepolisian segera menuntaskan penyebab utama kebakaran hebat tersebut.

“Kita meminta segera tuntaskan dan umumkan kepada publik apa penyebabnya. Jangan setengah-setengah atau tidak ada kabar apa penyebab utama kebakaran yang terjadi subuh hari itu,” paparnya.

Komisi D DPRD Kota Pontianak pun sudah melihat kondisi SMPN 13 yang terbakar tersbeut dan Herman berjanji akan mempercepat proses penganggaran [pada angagran perubahan tahun ini.

“Sehingga segera bisa dibangun dan tahun depan, sekolah yang baru bisa digunakan para siswa. Kasihan mereka sekarang menumpang dulu karena ini prioritas,” ucapnya. (sis)