Browse By

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Jangan Berpolitik Tapi Jangan Buta Politik

Pontianak – Pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-44, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berpesan, organisasi wanita tersebut tidak terlibat dalam dunia politik. Namun demikian, ia juga tidak ingin para kader PKK buta terhadap politik. Sebagai kader PKK, paling tidak memahami soal politik.

“PKK jangan berpolitik, tapi jangan pula buta tentang politik,” pesannya di hadapan seluruh kader TP-PKK Kota Pontianak yang hadir pada peringatan HKG PKK ke-44 di aula rumah jabatannya, Selasa (5/4).

Ia juga meminta TP-PKK Kota Pontianak untuk terus melakukan inovasi-inovasi terutama kaitannya dengan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Peran PKK di masyarakat akan terlihat secara jelas dengan bersinergi bersama Pemkot. Para istri pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun lurah-lurah diminta aktif dalam setiap kegiatan PKK.

“Para istri harus peduli dengan kegiatan PKK untuk memperoleh informasi. PKK ini organisasi yang sangat strategis, terlebih bila PKK bersinergi dengan Dharma Wanita dalam berbagai kegiatan,” kata Sutarmidji.

Sinergitas antara PKK dengan Pemkot sangat diperlukan dalam rangka membangun Kota Pontianak lebih maju. Terkadang ada hal tertentu yang tidak mampu dikerjakan SKPD namun di tangan para kader PKK yang mumpuni hal itu bisa ditangani. Untuk itu, dirinya meminta PKK menyerap aspirasi masyarakat sehingga apa yang diinginkan masyarakat bisa diidentifikasi.

“Saya minta kepada seluruh SKPD supaya bisa bersinergi dengan PKK dalam segala hal,” ucapnya.

Dalam memperingati HKG PKK, Sutarmidji berharap ke depan peringatan serupa digelar di tengah-tengah masyarakat secara serentak di enam kecamatan se-Kota Pontianak. Peringatan itu juga melibatkan masyarakat dengan mengundang mereka untuk ikut bersama-sama merayakan ulang tahun PKK itu.

“Supaya PKK lebih dekat dengan masyarakat,” imbuhnya.

Ketua Umum TP-PKK Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji berharap, pada peringatan HKG PKK ke-44 ini segenap jajaran TP-PKK Kota Pontianak secara berjenjang harus mampu membuktikan kinerjanya.

“Dengan berupaya keras untuk memperkuat peranan kelompok Dasa Wisma. Dasa Wisma merupakan ujung tombak gerakan PKK,” sebutnya.

Istri dari Wali Kota Sutarmidji ini juga mengajak seluruh jajaran TP-PKK untuk memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitas yang berkelanjutan kepada kader-kader PKK termasuk kader Dasa Wisma. Dasa wisma adalah kelompok ibu berasal dari 10 kepala keluarga (KK) rumah yang bertetangga untuk mempermudah jalannya suatu program terutama program-program PKK.

“Kepada merekalah sesungguhnya terletak fungsi kinerja gerakan PKK,” terangnya.

Ia berharap, setiap peringatan HKG PKK hendaknya menjadi momentum evaluasi, yakni mengevaluasi terhadap hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh TP-PKK selama setahun ini. Kemudian dilakukan penilaian apakah ada keberhasilan atau kemajuan program maupun kegiatan PKK yang dicapai.

“Selanjutnya menyusun strategi dan langkah-langkah dan tindak lanjutnya dalam bentuk rencana kerja TP PKK,” tuturnya.

Lismaryani berharap siklus manajemen program dan kelembagaan seperti ini dilakukan secara berkesinambungan dan terus-menerus. Siklus manajemen program dan kelembagaan patut dilakukan karena sepuluh program pokok PKK pada hakekatnya juga harus selaras dengan program pemerintah.

“Sehingga kita harus bersinergi dengan program-program Pemkot,” pungkasnya. (Wati)