Pemkot akan Kandangkan Tronton Bandel

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji merasa gerah terhadap keberadaan pangkalan maupun lalu lintas kendaraan tronton atau truk yang panjangnya 5 meter ke atas yang beroperasi di Kota Pontianak. Padahal, selama ini sudah ada pengaturannya tetapi selalu saja dilanggar. Akibatnya, tak jarang keberadaan kendaraan berat tersebut merenggut korban jiwa saat melintas di jalan raya.

“Tronton yang membawa alat berat seperti bulldozer, harusnya mereka keluar dari pelabuhan pukul  21.00 WIB. Tapi faktanya, mereka sudah lalu lalang pukul 07.00, 08.00 dan 09.00 WIB. Waktu sedang ramai-ramainya lalu lintas mereka tetap keluar,” terangnya saat ditemui di kediaman dinasnya, Senin (15/8).

Hal itu, lanjut Midji, menunjukkan bahwa mereka tidak disiplin dalam mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Karenanya, Pemkot akan menindak tegas keberadaan pangkalan dan lalu lintas tronton tersebut.

Pangkalan tronton yang berlokasi di dalam Kota Pontianak dinilainya tidak tepat lantaran pada umumnya terletak di jalan yang bukan untuk dilalui tronton. Seperti pangkalan tronton yang berada di Jalan Karet Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat, di mana lokasi tersebut berada di pemukiman yang dilarang dilewati tronton.

“Seenaknya saja buat di situ tanpa ada izin dari Pemkot. Mereka mau apa sebenarnya, jika tidak mau ikut aturan dan tidak mau patuh jangan buat usaha di Kota Pontianak. Sudah merusak jalan, mengganggu kenyamanan orang lain dan hanya kejar keuntungan saja, itu tidak benar,” kesalnya.

Ia menuding, banyak tronton yang melakukan uji KIR tembak di kabupaten lain karena tidak dilayani di Pontianak. Pemkot Pontianak mempersilakan kendaraan berat lalu lalang di kota sepanjang mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Namun acap kali keselamatan pengguna jalan lain kerap diabaikan hingga menelan korban jiwa sehingga ke depan pihaknya akan mempersempit ruang gerak kendaraan berat tersebut.

“Tidak ada alasannya, cerita kalau harga barang akan naik dan sebagainya. Tronton lalu lalang di jalan kota harga barang tetap naik juga. Jadi jangan buat alasan seperti itu. Itu sudah basi,” cetusnya.

Alasan tersebut dinilainya hanya digunakan oleh orang-orang yang tak memiliki inovasi dan tak bisa berpikir jernih. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepolisian Lalu Lintas dan dinas terkait untuk melakukan tilang secara rutin dan mengandangkan tronton bandel.

“Sah-sah saja kendaraan tronton lalu lalang tetapi ikuti aturan waktunya. Ini sudah melalui kajian jadi jangan protes sana-sini. Jika ada yang demo, cabut saja KIR-nya dan bekukan. Ini kami terapkan karena merespon keluhan masyarakat,” pungkasnya. (wti)