Pemkot Diminta Tak Terfokus di Sumber Konvensional

Pontianak – Rektor Untan Thamrin Usman mengapresiasi konsistensi Pemkot Pontianak dalam menjalankan pemerintahan secara transparan, termasuk didalamnya membedah APBD.

“Bahkan yang sekarang dibedah rancangan bukan APBD. Jika dalam bedah ini ada masukan yang baik berkenan kiranya diakomodir,” ujarnya.

Ada dua aspek yang dilihat Thamrin dalam sebuah APBD, pendapatan dan belanja. Dia menyarankan untuk meningkatkan pendapatan sebaiknya jangan bertumpu pada sumber-sumber konvensional.

“Terus upayakan pendapatan lainnya. Kalau hanya berharap dari sumber konvensional sulit untuk meningkatkan pendapatan secara drastis,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi Untan, Eddy Suratman mengatakan jika ditelisik lebih dalam pengelolaan keuangan Pontianak selalui berada di atas, baik di Kalbar maupun rata-rata nasional. Laporan pertanggungjawaban pun demikian. Buktinya, pada 2011 Pontianak satu-satunya daerah di Kalbar yang mendapat opini wajar tanpa pengecualian dari BPK.

“Baru berangsur-angsur ada temannya. Sampai tahun lalu sudah ada empat daerah di Kalbar bersama Pontianak meraih opini WTP,” ujarnya.

Meskipun mengapresiasi bedah RAPBD itu, Eddy Suratman menyarankan agar dalam APBD, belanja modal harus dialokasikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Secara umum masih ada waktu dan bedah ini bermanfaat karena masih rancangan. Masukan-masukan kita mudah-mudahan memengaruhi pembahasan di dewan,” harapnya. (sis)