Pemkot Gelar STQ ke-24

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak,  menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-24 tingkat kota itu.

“Saya berharap, melalui STQ ini ada peningkatan kualitas dalam seni membaca Al Quran di kalangan qori dan qoriah tingkat Kota Pontianak,” kata Walikota Pontianak, Sutarmidji, Sabtu lalu.

Untuk itu, ia meminta supaya psikolog maupun dokter ikut dilibatkan dalam pendampingan para qori dan qoriah sehingga mental dari para peserta lebih mantap ketika tampil, termasuk pula kesehatannya.

STQ ke-24 diselenggarakan di Masjid Babul Islam, Jalan Sepakat 2 Kecamatan Pontianak Tenggara, dimulai tanggal 17 – 21 Maret 2017, yang diikuti sebanyak 215 peserta.

Sutarmidji berharap, melalui STQ itu juga, dewan hakim yang menilai para peserta bisa memberikan masukan-masukan kepada qori dan qoriah untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukannya dalam bacaan maupun hafalan, karena STQ ke-24 ini menjadi ajang evaluasi terhadap peningkatan kemampuan qori dan qoriah.

“Saya berharap setiap kali ada STQ maupun MTQ, selalu dilakukan evaluasi. Di mana letak kesalahannya, kelemahannya dan kekurangannya, sehingga bisa dilakukan evaluasi,” ungkapnya.

Para pemenang STQ ke-24 ini akan mewakili Kota Pontianak pada STQ tingkat Provinsi Kalbar yang akan digelar di Kabupaten Kayong Utara mendatang. Walikota dua periode itu berharap STQ tingkat Provinsi Kalbar, kontingen Kota Pontianak mampu mempersembahkan hasil yang terbaik.

Ia menambahkan, pihaknya tetap mengikutsertakan warga Kota Pontianak untuk berlaga di tingkat provinsi. “Biar tidak juara umum, tetapi bila yang ikut serta dan tampil adalah warga Kota Pontianak itu jauh lebih puas,” ujarnya.

Dirinya menilai, kalaupun kafilah kabupaten/kota di Kalbar mengikutsertakan qori dan qoriah dari wilayah kabupaten/kota sekitarnya untuk mewakili daerahnya, hal itu dinilainya masih bisa ditolerir, misalnya, peserta berdomisili di Kabupaten Kubu Raya ikut mewakili kontingen Kota Pontianak.

“Tetapi kalau dari luar wilayah Kalbar mewakili kabupaten/kota di Kalbar, itu sudah parah benar,” katanya.

Menurut Sutarmidji, Provinsi Kalbar ini dulunya terkenal dengan qori dan qoriah tingkat internasional. Oleh sebab itu, perlu dibangkitkan kembali dengan terus berupaya menampilkan qori dan qoriah asal wilayah Kalbar di tingkat nasional bahkan internasional. “Jangan sampai ketika qori dan qoriah itu juara, begitu akan ikut di tingkat nasional, mereka tidak boleh tampil sebab bukan warga Kalbar. Kalau warga Kalbar masih boleh,” katanya. (Wati Susilawati)

Simak Warta Volare setiap hari Senin-Jum’at pukul 12.00 dan 16.00 di Volare 103.4 FM