Pemkot Jaga Aset Masyarakatnya

Pontianak – Walikota Pontian ak Sutarmidji berkeinginan Pemkot Pontianak ini seperti sebuah perusahaan yang sudah go public.

“Di mana seluruh masyarakat Kota Pontianak sebagai pemegang sahamnya, sedangkan Pemkot sebagai direksi,” ujarnya.

Layaknya sebuah perusahaan, komisaris harus bisa menjaga aset-aset para pemegang saham itu supaya tidak turun, tetapi justru semakin meningkat nilai asetnya sehingga nilai dari perusahaan ini akan semakin baik dan sahamnya akan semakin mahal.

“Dengan pelebaran jalan itu salah satu upaya kita menjaga aset masyarakat supaya nilainya tinggi. Kalau jalan sudah lebar, tanah dan bangunan di jalan itu pun nilainya semakin tinggi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, tahun ini Kota Pontianak telah berhasil mengukir prestasi sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik wilayah Indonesia timur. TPID Kota Pontianak berhasil mengungguli dua nominator lainnya yakni TPID Kota Banjarmasin dan Kota Samarinda.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari keaktifan Walikota Pontianak Sutarmidji berkoordinasi dengan  Kantor Perwakilan BI Kalbar.

“Jangan dipikir deflasi bagus semua, ada komponen-komponen kalau deflasi bahaya juga karena bisa menurunkan gairah orang berusaha,” katanya.

Sutarmidji juga mengingatkan jajarannya supaya dalam penyajian data harus benar-benar riil. Ia tak ingin ada manipulasi data kinerja apapun, sekecil apapun itu karena akan sangat mempengaruhi kebijakan yang diambil, misalnya, untuk penanganan masyarakat miskin, diperlukan data personal, by name by address.

“Karena yang ditangani adalah person sehingga diperlukan data yang akurat. Berbeda dengan kebijakan yang kaitan dengan aturan birokrasi,” katanya lagi. (sis)