Pemkot Nyatakan Perang Terhadap Prostitusi Anak

Pontianak
Tak hanya melarang anak usia sekolah indekos di kota ini, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berencana mengeluarkan aturan akan menilang dengan menjatuhkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) kepada para orang tua yang sengaja membiarkan anak-anak mereka yang masih usia sekolah indekos.

“Saya ingin tegaskan kepada para orang tua, kita akan siapkan aturan nanti orang tuanya pun kita tilang, akan kita tipiring karena membiarkan anak-anak mereka ngekos, ini merusak citra Kota Pontianak. Kenapa anak-anak dibiarkan kos, anak SMP dan SMA. Itu satu hal yang tidak masuk akal orang tua membiarkan seperti itu,” ujarnya, Kamis (5/3) di kediaman dinasnya.

Ia tak main-main dalam hal memerangi prostitusi anak di bawah umur. Bahkan, Sutarmidji menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak perang terhadap pelaku, penyedia dan pengguna prostitusi anak.

“Kita akan bertindak tegas dalam hal ini karena selama ini masih saja ditemukan pelajar yang ngekos,” tukasnya.

Pihaknya tak henti-hentinya menggelar razia di tempat-tempat kos dan penginapan untuk menjaring pelaku tindak asusila dan pasangan mesum. Bahkan, baru-baru ini Satpol PP kembali menjaring anak-anak usia sekolah yang menghuni kos. Terhadap rumah kos yang ditemukan anak-anak usia sekolah, Sutarmidji memerintahkan Satpol PP untuk segera menutupnya.

“Kos itu harus ditutup. Kalau masih beroperasi, kita laporkan ke polisi bahwa pemilik kos tersebut menyediakan tempat orang berbuat asusila,” tandasnya.

Wali Kota juga mewanti-wanti hotel-hotel supaya tidak membiarkan tamu-tamu yang patut diduga melakukan perbuatan menyimpang seperti prostitusi. Bila tidak, Pemkot juga akan bertindak tegas menutup hotel tersebut selama tiga hingga enam bulan sesuai dengan aturan yang berlaku. (sis)