Pemrov Minta Kemenhub Keruk Perairan Kalbar

Warta Volare – 25 April 2013

Pemerintah Provinsi Kalbar terus berupaya agar Kementrian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan pengerukan di perairan Kalbar yang cenderung dangkal. 

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Cristiandy Sanjaya, Kamis (25/04/13).

“Ini kan persoalan lama dan kita sudah meminta agar Kemenhub turun langsung untuk mengecek kondisi perairan Kalbar karena kita butuh pengerukan untuk memperlancar arus keluar masuk kapal besar,” katanya.

Ia mengakui, perairan Kalbar cukup luas tetapi terlalu dangkal untuk ukuran kapal besar yang membawa muatan pangan maupun kebutuhan lainnya ke Kalbar dalam jumlah besar. 

“Jika kondisi kemarau maupun air surut, perairan kita otomatis tidak bisa dilalui kapal besar. Kedalaman perairan kita tidak mencapai 60 meter, sementara dengan bobot yang besar, kedalaman perairan kita tidak cukup menopang kapal-kapal besar yang hendak masuk maupun keluar,” terangnya. 

Ia menuturkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengingat anggaran yang dibutuhkan untuk pengerukan di perairan Kalbar tidak sedikit. 

“Kita masih kesulitan anggaran, maknya kita minta bantuan pusat untuk membantu persoalan ini karena imbas ekonominya sangat besar dan kerugian yang ditimbulkan pun sangat besar pula, baik oleh pengusaha, pemerintah dan masyarakat,” katanya lagi. 

Dampak ekonomi yang dimaksud adalah arus barang yang akan dikirim masuk ke wilayah perairan Kalbar, terutama masuk lewat pelabuhan Kota Pontianak akan terhambat. 

“Alur distribusi pun tidak lancar, kita pernah mengalami itu saat kemarau dan saat air surut. Akibatnya, beberapa Minggu kapal besar yang tertahan tidak bisa masuk. Ini langsung memicu inflasi tinggi,” terangnya. (ss)