Browse By

Penutupan THM Tak Boleh Permanen

Warta Volare Edisi 17 Maret 2015

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji, meminta penutupan tempat hiburan malam (THM) tidak permanen, mengigat suatu kota membutuhan tempat entertainmen, apalagi seperti Kota Pontianak yang mengandalkan jasa dan perdagangan.

“Jika izin keramaiannya dibekukan otomatis operasionalnya pun akan kita bekukan. Namun tidak boleh lama karena ini akan berdampak kepada Kota Pontianak juga,” kata Sutarmidji.

Menurutnya langkah kepolisian untuk menutup THM itu bukan langkah tepat, mengingat tidak bisa menyalahkan THM jika ada aktivitas narkoba didalamnya.

“Kita tidak boleh menyalahkan THM kan bukan mereka yang jual. Bisa jadi mereka makai narkoba di luar lalu datang ke THM. Apakah harus dilarang, kan tidak, kecuali barang-barang haram itu dipajang di situ dan bisa dibeli dengan mudah, baru ditindak,” paparnya.

Harusnya, kata Midji, Badan Narkotika Kota Pontianak tidak buru-buru melakukan test narkoba di THM.

“Saran saya lebih baik melakukan sosialisasi terus menerus. Jnagan disalahkan, apalagi ditutup karena akan berdampak luas, terutama para pekerja mereka. Penutupan saya rasa tidak akan menyesaikan persoalan ini,” ucap dia.

Sebelumnya, tiga pengelola THM di Kota Pontianak, yaitu River X Hotel Aston, Red Kaisar dan Rain mendatangi DPRD Kota Pontianak meminta perlakukan adil dalam pengelolaan THM.

Pemilik PHM ini pun langsung menumpahkan keberatannya kepada keputusan penutupan kepolisian tersebut.

Pengelola River X Hotel Aston, Edi Khiong, menjelaskan bahwa tuduhan kepolisian tersebut tidak benar, mengingat bukan pegawainya yang positif narkoba tetapi salah seorang pengujung.

Ia pun meminta penutupan tiga THM ditinjau kembali karena banyak pegawai dan staf karyawan yang terpaksa tidak bekerja.

Untuk itu, pihaknya pun mulai berbenah dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, pemerintah dan kepolisian. Pengelola sepakat akan taat aturan pemerintah.

Edi juga menegaskan pihaknya dengan keras menolak tempat hiburan malam menjadi ajang narkoba maupun tempat prostitusi. Ia mengakui, meskipun pihaknya menyediakan pemandu lagu untuk setiap tamu, bukan berarti pihaknya menyediakan tempat mesum. (sis)