Browse By

Peran Aktif Warga Laporkan Kebakaran Lahan

Pontianak – Kebakaran lahan gambut yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Pontianak yang diduga kuat sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, perlu peran aktif semua pihak dalam mencegahnya.
Untuk itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Aswin Thaufik mengimbau seluruh masyarakat yang mengetahui kejadian kebakaran lahan di sekitar pemukimannya untuk segera menginformasikan ke BPBD Kota Pontianak.
“Kalau ada masyarakat yang mengetahui kejadian kebakaran lahan atau melihat ada yang sengaja membakar lahan, silakan hubungi ke nomor telepon 0561-730897 atau pemadam kebakaran terdekat,” ujarnya, kemarin.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui BPBD Kota Pontianak bersama dengan pemadam kebakaran swasta, TNI, kepolisian, kecamatan dan kelurahan berkomitmen menanggulangi kebakaran lahan gambut di Kota Pontianak. Hal ini untuk meminimalisir agar tidak meluasnya kebakaran lahan yang berakibat menambah buruknya kondisi udara di lingkungan.
“Masyarakat diharapkan lebih berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran lahan gambut di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” kata Aswin.
Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyatakan, kebakaran lahan yang terjadi di Kota Pontianak baru-baru ini diduga kuat sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan ada indikasi pembakaran lahan dilakukan oleh developer atau pengembang perumahan yang melakukan pembukaan lahan untuk membangun perumahan baru.
Ia mengancam akan memblacklist pengembang perumahan itu dengan tidak memberikan izin mendirikan perumahan di lahan yang dibakarnya selama tiga tahun.
“Saya sudah minta semua lahan yang terbakar dipasang plang yang menyatakan di bawah pengawasan Pemkot. Kalau itu untuk perumahan, saya akan larang keluarkan izin perumahannya selama tiga tahun di lahan itu dan developer itu kita minta untuk membayar biaya yang dikeluarkan untuk memadamkan api,” tegasnya.
Ia menyayangkan warga masih kurang peduli dengan kebakaran lahan yang terjadi di sekitar pemukimannya. Pasalnya, warga baru bertindak ketika api sudah membesar dan menjalar hingga mendekati pemukiman mereka. Padahal ketika melihat orang sengaja membakar lahan itu, warga membiarkannya.
“Harusnya waktu melihat orang itu membakar, warga sekitar menangkapnya,” ungkapnya. (wti)