Peredaran Cakram Optik Ilegal Harus Dihentikan

Warta 3 – 16 Juni 2011

Fredi Juan,  mewakili Direktur Industri Kimia Hilir dalam Workshop Pembinaan Industri Cakram Optik dan HKI yang dilaksanakan Direktorat Industri Kimia Hilir, Direktorat Jendral Industri Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian mengatakan pelangggaran atas Hak Kekayaan Intelektual melalui media rekam CD atau DVD yang saat ini masih tetap berjalan didalam negeri.

Hal ini ditandai masih banyaknya produk ilegal atau bajakan yang beredar di pasaran,  inilah yang menjadi masalah yang mengkhawatirkan bagi pemegang hak cipta dan pemerintah karena apa yang terjadi saat ini sangat menyimpang dari prinsip dagang yang sehat.

Fredi mengungkapkan  jika pembajakan cakram optik  terus dibiarkan maka akan menimbulkan dampak negativf,seperti terancamnya investor untuk menanamkan modal dan memperluas usahanya, terganggunya hubungan antar negara, menurunnya kreadibilitas dan motivasi dalam hak cipta dan terjadinya persaingan tidak sehat di pasar dalam negeri serta berkurangnya pendapatan negara dalam sektor pajak.

Lebih lanjut  Fredi menjelaskan, permasalahan utama yang mendorong pesatnya perkembangan cakram optik bajakan ini adalah mudahnya penggandaan yang dilakukan dalam waktu sangat singkat dan  rendahnya biaya produksi cakram optik bajakan karena tidak membayar pajak, royalti, artis, rumah produksi, dan biaya promosi. Di sisi lain harga cakram optik yang asli masih cukup mahal karena harus membayar royalty dan pajak-pajak lainnya sehingga terjadi perbedaan biaya yang cukup jauh. Modus operandi pembajakan cakram optic ini dengan tidak mencantumkan produk produksi atau dengan computer.

Pemerintah telah mencoba menangani permasalahan ini dengan mengeluarkan peraturan dan perundang-undangan bahkan telah ada komitmen presiden dalam Keppres No 4 tahun 2006 tentang pembentukan tim nasional penanggulangan hak kekayaan intelektual atau Timnas HKI.