Browse By

Pusat Masih Setengah Hati

Pontianak – Walikota Pontianak, Sutarmidji menilai, pemerintah pusat masih setengah hati menyerahkan kewenangan daerah untuk melakukan pencetakan KTP-el. Sebab apabila persediaan blangko KTP-el habis, mesti mengajukan ke pusat.

Bahkan, sebanyak 2.600-an yang sudah merekam data tiga tahun lalu, hingga kini tidak tahu ke mana rimbanya KTP-el mereka, di mana saat itu pencetakan masih terpusat di Kemendagri.

“Kita inginnya bisa langsung cetak, tetapi blangko mesti mengambil ke Kemendagri. Kita perlu 20 ribu, diberi 5 ribu, kita perlu 7 ribu, dikasi 1.000,” pungkasnya.

Selain itu, lanjutnya, mesin cetak KTP-el yang masih berfungsi sebanyak dua buah, sementara yang lainnya rusak. Sedangkan untuk memperbaiki mesin cetak yang rusak itu, mesti dilakukan oleh pemerintah pusat.

Ini juga diungkapkan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak, Suparma menjelaskan pihaknya telah mengajukan perbaikan mesin cetak ke pusat namun hingga kini belum ada respon.

Tercatat, berdasarkan data, tercatat KTP-el yang telah dikirim dari pusat, pada tahun 2012-2014 berjumlah 350.011 keping. Sedangkan warga yang telah melakukan perekaman data pada rentang waktu tahun 2011-2013, belum menerima KTP-el. Pada periode tersebut, pencetakan masih dilakukan terpusat yakni oleh Kemendagri.

Terhadap warga wajib KTP-el yang telah merekam data dari tahun 2011-2014 dan KTP-elnya belum jadi, Disdukcapil masih terus melakukan penghimpunan dan pencetakan.

“Kami mengimbau warga yang telah melakukan perekaman data tetapi hingga kini belum menerima KTP-el, silakan datang langsung ke Kantor Disdukcapil untuk kita cetak sepanjang blangko KTP-el tersedia,” imbau Suparma.

Namun bila terjadi kekosongan blangko KTP-el, pihaknya mengeluarkan surat keterangan sebagai pengganti KTP-el yang sedang dipersiapkan secara teknis. (Wati Susilawati)