Browse By

Radio dalam Situasi Bencana dan Gawat Darurat II

Dalam rangka Hari Radio Sedunia, kami menurunkan beberapa artikel berisi infografik dari Unesco yang dapat menjadi pelajaran menarik dan sangat bermanfaat bagi para insan radio di seluruh dunia. Bujang Dare sebagai pendengar, juga perlu untuk membacanya.

Kebanyakan pendengar menyetel radio hanya untuk mendengarkan musik. Tahukah Bujang Dare bahwa banyak radio yang mampu melakukan peran yang jauh lebih berarti? Menurut data yang dikumpulkan UNESCO, peran insan radio dalam situasi bencana dan gawat darurat bukanlah hal main-main.

  1. Radio memberikan kekuatan kepada mereka yang rentan.
    Proyek UNESCO “Meningkatkan Keberdayaan Radio Lokal dengan Teknologi Komunikasi dan Informasi” telah membantu pembangunan 59 radio lokal di 10 negara Afrika sejak tahun 2012. Stasiun radio komunitas JoziFM menggunakan jingle radio untuk mendorong para pendengar agar minum air selama gelombang panas melanda.
  2. Radio memiliki akibat sosial.
    Radio komunitas membawa para pemeluk Islam dan Kristen dalam kebersamaan di Bambari, Kongo.
  3. Kebebasan berekspresi dan keselamatan para jurnalis seharusnya tahan bencana.
    Sebanyak 247 jurnalis radio telah terbunuh dalam situasi konflik sejak 1992.
  4. Lindungi frekuensi radio.
    Serikat Telekomunikasi Internasional (ITU) melindungi frekuensi radio dalam masa-masa gawat darurat dan bencana.
  5. Radio menyelamatkan nyawa.
    Dengan dukungan UNESCO, “Radio in a Box” dipergunakan oleh komunitas-komunitas yang rentan terhadap bencana alam, seperti di Bangladesh, Jamaika, Filipina, Tonga, Tanzania dan Vanuatu.

 

WRDinfographicSECTION4-for-web