Rainforest World Music Festival Hari ke-3: Penutupan, Semua Artis Tampil di Panggung

Hari ke-3 Rainforest World Music Festival cerah dibandingkan hari kedua. Siang hari saat pintu Sarawak Cultural Village di buka sudah ada antrian pengunjung yang masuk untuk membeli tiket dan mendapatkan gelang hari ke-3 yang berwarna kuning. Hari ini sepertinya banyak yang tidak mau menyia-nyiakan hari terakhir pertunjukan musik hutan hujan terbesar di Kalimantan.

Hari ini sudah ada 15 workshop di 7 titik yang bisa diikuti oleh penonton serta ada 2 penampilan di panggung teater. Seperti biasa pertunjukan di dalam teater ini tidak pernah sepi oleh pengunjung. Semua kursi terisi penuh dan para penikmat seni selalu tidak sabar dengan penampilan yang disuguhkan. Vasik dari Norway dan yang menarik adalah penampilan duo Nukariik dari Kanada. Membawakan nyanyian dan tarian dari utara Kanada yang dingin membuat penonton beberapa kali harus bertepuk tangan mengapresiasi penampilan mereka.

Saya sempat melihat beberapa workshop yang juga dipenuhi penonton yang penasaran. Ada yang menunjukkan kebudayaannya, ada yang mengenalkan instrument musiknya bahkan ada juga yang mengajarkan cara menari dan bersenang-senang dengan musik yang dihasilkan. Masing-masing tempat punya tema menarik yang bisa diikuti oleh festival goers. Karena workshop dan pertunjukan di panggung teater ini bersamaan. Ada baiknya untuk membaca dengan seksama jadwal yang terdapat di buku panduan yang dibagikan selama festival. Pengunjung bisa menikmati mulai pukul 14.00.

Kedua panggung utama baru terlihat aktifitasnya mulai 19.30 berbagai macam penampilan spektakuler malam ini ditunjukkan oleh penampil pertama The Thunder Beats of Nanyang Wushu. Saya terkesiap melihat beberapa penonton di lapangan menirukan gerakan-gerakan di panggung, bahkan ada segerombol penonton yang berusaha untuk mengikuti gerakannya dengan seragam. Awalnya saya berpikir mereka dari perguruan yang sama.

Dilanjutkan dengan alunan musik Timur Tengah yang dimainkan oleh Broukar dari Syria dan music Eropa yang cukup kental dari Teada Irlandia. Selanjutnya adalah Chouk Bwa Libete dari Haiti yang membawakan music dataran Afrika yang berhubungan dengan upacara Voodo. Saya sendiri sempat mengikuti workshop grup ini sebelumnya. Alunan music dan gendang serta perkusi yang bertalu-talu dipadu dengan nyanyian suara yang bernada rendah tinggi dengan kalimat yang diulang-ulang membuat sang penari perempuan meliuk-liukan badannya seperti tidak memiliki sendi tulang lagi. Sungguh mistis namun menarik. Apalagi grup ini benar-benar penuh warna dan gerakan di panggung.

Lalu diikuti dengan grup musik Melayu, gendang Melayu Sri Buana yang sungguh khas musiknya maupun lagunya. Dinyanyikan bersahut-sahutan antara penyanyi wanita yang sembari bermain musik dan penari pria yang menyanyi sambil menari. Isi lagunya merupakan senandung pantun yang nadanya diulang-ulang. Liriknya seputar godaan, sindiran, cinta dan penolakan. Sungguh sangat Melayu sekali.

Penampilan Auli dari Latvia merupakan penampilan kedua di Rainforest World Music Festival tahun ini. Dengan alat musik big pipe yang khas, disertai dengan dua penabuh gendang tradisional dan gendang raksasa yang diklaim terbesar di Latvia. Di antara belasan peniup big pipe terdapat seorang perempuan yang menjadikan ini ciri khas. Kelompok ini sangat atraktif dengan gerakan dan tariannya. Mereka mampu mengajak penonton untuk bertepuk, melompat bahkan bernyanyi bersama. Sungguh ramai penutupan malam ini.

Di akhir acara, sebagai penampilan final seluruh pengisi acara masuk ke dalam panggung dan menyapa seluruh penonton yang hadir. Wajah bahagia pemusik dan penonton jadi satu di panggung Rainforest World Music Festival ke-19 tahun ini. Semuanya bersenang dan bergembira selama 3 hari. Semua penampil sudah maksimal dan memberikan penampilan terbaiknya. Semua orang puas dan bahagia. Tidak sabar menunggu kejutan di Rainforest World Music Festival ke-20 tahun depan yang akan dilaksanakan 14-16 Juli 2016. Kita tunggu saja kejutan apa yang akan dimunculkan.

(Jerry)

DSC05624 DSC05626 DSC05636 DSC05651 DSC05643