Rekam KTP-el Sebelum 30 September

Pontianak – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak, mengimbau seluruh masyarakat Kota Pontianak yang belum melakukan perekaman data untuk memperoleh KTP Elektronik (KTP-el), supaya segera mendatangi Kantor Disdukcapil atau kantor camat masing-masing untuk direkam datanya.

“Silakan datang langsung ke Kantor Disdukcapil atau Kantor Kecamatan sesuai domisili masing-masing sebelum tanggal 30 September 2016. Tidak harus membawa surat pengantar RT/RW, kelurahan maupun kecamatan, cukup bawa fotocopy Kartu Keluarga (KK),” ajak Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Suprman, Jumat (26/8).

Hal itu ditegaskannya sebagaimana arahan dari Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh yang meminta seluruh Disdukcapil yang ada di kabupaten/kota untuk proaktif melakukan perekaman data penduduknya. Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tercatat sebanyak 22 juta penduduk Indonesia belum melakukan perekaman KTP-el hingga Agustus 2016. Jumlah tersebut setara dengan 12 persen dari total 183 juta penduduk tanah air saat ini. Jadi, baru 161 juta penduduk atau 88 persen yang sudah terdata sejak program itu diluncurkan sejak bulan Februari 2011.

“Sehingga kita berikan kemudahan tanpa perlu membawa pengantar RT atau lurah, cukup membawa fotocopy KK. Kita minta masyarakat jangan menunda-nunda lagi, jangan remehkan soal identitas karena itu penting,” ucapnya.

Menurut Suparma, perekaman KTP-el ini sangat penting dan merupakan prosedur baku yang wajib diikuti oleh penduduk untuk mendapatkan ketunggalan data. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat memastikan dirinya untuk mengurus KTP-el sebab kelak semua pelayanan publik akan berbasis pada NIK dan KTP Elektronik.

“Pengurusannya gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun. Kita tidak akan persulit, hanya menunjukkan fotocopy KK,” katanya.

Dijelaskannya, perekaman KTP-el ini tujuannya untuk update database identitas jati diri penduduk Indonesia yang berlaku nasional sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank dan lainnya. KTP-el juga untuk mencegah kepemilikan KTP ganda atau KTP palsu.

“Dengan demikian akurasi data penduduk sangat presisi dan berkualitas untuk kepentingan program pembangunan,” imbuhnya. (wti)