Browse By

Review Film Ada Apa dengan Cinta 2 by dodon_jerry

Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra kembali beradu akting? Di film yang sama? Seperti terlempar ke 14 tahun lalu saja. Kali ini masih mengusung judul yang sama Ada Apa dengan Cinta 2. Ceritanya tentu berbeda namun masih seputaran kisah cinta yang mbulat hingga berpuluh puluh purnama. Saya bukan pengagum film ini tapi saya pernah menyukai Dian Sastro sebagai wanita yang mempunyai kecantikan Indonesia asli. Sudah nonton filmnya? Dengan orang yang sama di 14 tahun silam?

14 tahun lalu di film AADC, kita diperkenalkan pada karakter-karakter khas yang dianggap mewakili komposisi pergaulan anak SMA Jakarta pada saat itu. Ada Cinta (Dian Sastrowardoyo), yang dengan kepribadian penuh percaya diri menjadi batu penjuru di antara teman segengnya. Lalu ada Milly (Sissy Prescillia) yang polos, Maura (Titi Kamal) yang centil, Karmen (Adinia Wirasti) yang tomboi, lalu ada Alya (Ladya Cheryl) yang rapuh. Ditambah lagi ada Mamet (Dennis Adishwara) yang culun, serta Rangga (Nicholas Saputra), sosok pendiam dan sinis penggemar sastra yang kemudian merebut hati Cinta.

AADC 2 menyorot kembali karakter-karakter ini saat memasuki usia 30-an—kecuali Alya yang tak ditampilkan karena pemerannya urung bergabung. Seiring perubahan yang terjadi pada karakter-karakternya, tak heran bila kisah AADC 2 digulirkan dengan cara yang berbeda pula. Bukan lagi masalah pilihan antara teman atau pacar, atau persaingan si populer dengan si penyendiri—masalah-masalah yang mungkin dianggap seberat-beratnya masa SMA. Sebagaimana seharusnya, persoalan yang diangkat di AADC 2 jadi lebih mendalam, yaitu pilihan antara berkutat di masa lalu atau melangkah ke apa yang disebut kehidupan mapan.

Film dibuka dengan cerita genk Cinta yang reuni setelah lama tidak berjumpa. Pada reuni tersebut Cinta (Dian Sastrowardoyo), Maura (Titi Kamal), Carmen (Adinia Wirasti), dan Milly (Sissy Priscillia) kemudian memutuskan untuk pergi belibur bersama di Yogyakarta. Pada momen yang sama di New York, sebuah masalah memaksa Rangga (Nicholas Saputra) untuk kembali ke Indonesia, tepatnya ke Yogyakarta. Semesta berbicara sampai akhirnya Cinta dan Rangga memperoleh kesempatan untuk kembali bertemu di kota yang kaya akan seni dan budaya tersebut. pada kesempatan itu pula jawaban akan kisah mereka perlahan-lahan terungkap.

Harus diakui, film pertama Ada Apa Dengan Cinta sudah menjadi bagian dari para penggemar. Hal itu begitu diperhatikan oleh sutradara Riri Riza juga produser dan penulis naskah Mira Lesmana dalam film sekuelnya ini. Sama seperti Anda, karakter yang ada dalam film ini tumbuh. Tidak hanya karakter Cinta dan Rangga itu sendiri, tetapi juga karakter para anggota dari Genk Cinta. Pendewasan karakter ini membuat film jadi semakin menarik. Selain itu, kehadiran beberapa karakter baru juga membuat film berdurasi 2 jam ini menjadi semakin seru.

Ada Apa Dengan Cinta 2 tidak hanya mengantarkan Anda kepada kompleksitas hubungan Cinta dan Rangga dan kekompakan Genk Cinta saja, lho. Anda juga dapat melihat sisi lain dari Yogyakarta, kota yang menjadi sebagian besar setting dari film ini. Saya sempat tertidur 10 menit saat menonton film ini. Tidak banyak gejolak, hanya intrik ala anak muda yang sedikit tidak sesuai dengan gaya pacaran anak 25 tahun. Untunglah film ini seperti sinetron. Saya masih bisa dimanjakan romantisme semu ala film. Saya menonton lebih karena kangen.