Review Film Alien Covenant by dodon_jerry

Kebetulan saya diajak oleh beberapa teman saya untuk menonton film ini. Kabarnya akan ada alien yang bermetamorfosis. Saya sendiri ingin melihat alien yang lebih sadis. Kabarnya film ini cocok bagi pecinta adrenalin. Asal tidak gampang mual, film ini bagus untuk ditonton. Penasaran? Mari disimak bersama.

Untuk sinopsis dari Alien Covenant, diceritakan kalau Covenant di sini adalah kapal koloni. Kapal ini membawa ribuan manusia, benih, dan banyak peralatan lain untuk terraform planet Origae-6. Perjalanan sempat berlangsung aman. Kapal ini dikendalikan oleh kru yang elit dan terus diawasi oleh Walter, android super canggih, dan juga Mother, A.I. kapal.

Covenant terkena sial saat ledakan energi merusak kapal. Saat proses reparasi, para kru mendengar lagu Country Road dari planet yang lokasinya relatif dekat. Masalahnya planet ini luput dari survei. Apakah memang ada manusia lain di sana? Ataukah yang menanti mereka di sana adalah sesuatu yang lebih buruk?

Biasanya, seburuk apapun film alien, kualitas visualnya selalu menakjubkan dan inspiratif. Itu tidak terkecuali dengan film yang satu ini. Mulai dari desain Covenant, lanjut ke desain dataran planet latar cerita, juga desain Xenomorph dan monster-monster yang muncul di sini sangat luar biasa. Semuanya tersaji dengan tajam dan memikat.

Ketegangan juga terbangun dengan baik. Yang membuat takjub adalah nuansa tegang dan ada yang tidak beres bisa dirasakan sejak awal-awal film. Padahal selain insiden ledakan energi, sebenarnya belum ada alien terlibat saat itu.

Sebagai tontonan hiburan, Alien : Covenant masih menawarkan hiburan khas Alien yang mencekam, penuh darah, dan cukup filosofis. Memang dibandingkan dengan film serupa yang rilis di awal tahun ini, Life, Alien : Covenant jelas terlihat lebih sederhana dalam menyajikan aneka pembunuhan sadisnya (bahkan satu adegannya ibarat mencomot dari film-film slasher remaja). Alurnya juga tak memberikan banyak pencerahan selain menutup enigma dari Prometheus. Tapi, Scott masih tak kehilangan sentuhannya dalam menyajikan macabre Xenomorph kesayangannya ini. Walaupun pada akhirnya, Alien : Covenant ini tak lebih sebuah penghubung narasi Prometheus dan sebuah sekuel yang bisa jadi bercerita lebih besar dan rumit serta menjembatani kisah-kisah pra-Alien saat ini dengan Alien rilisan tahun 1979.