Review Film James Bond – Spectre by @dodon_jerry

Yeay! Seri James Bond 007 kembali hadir di bioskop. Saya sudah mendengar Original Soundtrack-nya ‘Writing’s on The Wall’ wara wiri di Radio Volare. Masih dengan nada selow melow namun kali ini dinyanyikan oleh Sam Smith. Seperti seri sebelumnya dalam benak saya pasti film bertemakan spionase ini akan menghadirkan wanita cantik dan peralatan baru yang canggih. Namun kabarnya penjahat yang sekarang ini dihadapi adalah aktor utama. Wah, saya membayangkan pertarungan yang hebat.

Kali ini judul James Bond ke 24 adalah Spectre. Boleh dibilang ini agak berbeda dari film sebelumnya yang full action. Kali ini less action full story. Gadis Bond tetap ada namun untuk peralatan canggih hampir tidak ada. Kendaraan canggih pun tidak terlalu banyak berseliweran. Tetap masih ada namun porsinya lebih kecil dari yang sebelumnya.

Daniel Craig masih berperan sebagai Bond, sudah 4 film dimainkan. Biasanya rata-rata 3 film pemeran Bond sudah diganti. Lea Seydoux bermain menemani Bond sebagai Madeleine Swan. Tentu disini dia bermain sebagai gadis Bond yang utama. Permainan wanita ini cukup membantu permainan Daniel Craig waaupun tidak terlalu menonjol. Sebagai gadis Bond tentu dia menemani hampir seluruh perjalanan Bond. Gerak gerik dan gaya berbicaranya mungkin tidak seseksi gadis Bond sebelumnya namun cukuplah untuk membuat cerita ini berjalan dengan baik. Interaksi dengan Danie Craig menurut saya terlalu biasa dan tidak buruk juga.

Dibaris gadis Bond yang kedua ada Monica Bellucini juga bermain sebagai Lucia Sciarra. Tampil sangat sebentar dan hanya pada bagian awal. Hanya muncul satu scene sebagai penghubung cerita saja, saat Bond mencari informasi tentang musuh utamanya. Namun adegan pertama ini cukup untuk membuat mata melek. Adegan mesra kali ini terasa lebih hangat dan membuat saya meralat kalau Daniel Craig tidak cocok tampil untuk adegan hot dan tidak mampu menghadirkan sosok flamboyan seorang Bond. Sam Mendes yang juga menyutradarai Skyfall juga masih dipercaya menjadi sutradara.

Penggunaan mobil Aston Martin DB 10 juga terlalu sebentar menurut saya, seperti iklan yang sengaja diselipkan. Hanya ada pertarungan balap mobil dengan sedikit hampir mirip Too Fast 2 Forious. Tidak ada senjata canggih apapun, hanya semburan api dari knalpot dan dibagian akhir mobil itu harus terjun kedasar sungai dan tidak pernah digunakan kembali. Begitu pula dengan alat canggih pendukung lainnya. Tidak ada handphone canggih yang digunakan, hanya ada satu merk jam yang akhirnya nanti digunakan sebagai bom.

Film ini memang lebih banyak menceritakan bagaimana Bond kecil yang diangkat anak dan disayangi sehingga membuat iri sang saudara tiri yang akhirnya terus menghantui sepanjang hidupnya dan terus melakukan teror dengan membunuh orang-orang disekitarnya. Jika anda menganggap adegan action di Skyfall sangat kurang maka di Spectre akan lebih berkurang lagi. Selain adegan kejar-kejaran dijalanan masih ada adegan kejar-kejaran di pegunungan bersalju. Pesawat VS mobil dimana kemudian pesawat akhirnya berjalan seperti mobil menuruni pegunungan. Seru namun tidak terlalu menegangkan.

Secara keseluruhan film ini memang ingin membawa kita mengetahui siapa sebenarnya James Bond. Dimana banyak sekali orang-orang dari masa lalu Bond yang kembali hadir, dan SPECTRE (Special Executive for Counter Intelligence, Terorism, Revenge and Excortion) sendiri merupakan salah satu organisasi yang didirikan dari masa lalu Bond yang bertanggung jawab dengan semua kejahatan yang ada di dunia. Aktor WWE Dave Bautista menjadi penjahat yang akan menghantui Bond selama perjalanan.

Sekarang mari kita berspekulasi, apakah ini merupakan film terakhir dari Daniel Craig? Film terakhir Bond? Atau masih ada film ke 25 dan masih diperankan oleh Daniel Craig. Mari kita tunggu dan cari tahu bersama.