Review Film Jane Got a Gun by @dodon_jerry

Saya jarang sekali menonton film yang bertemakan feminis. Menonton film ini sebagai seorang lelaki bearti harus melihat dominasi perempuan dalam mengatur alur cerita sangat terasa sekali di film ini. Jadi para pria bersiaplah untuk menahan diri dengan segala emosi. Bagi perempuan, film ini pasti menunjukkan pada dunia cowboy, perempuan juga punya peran sentral. Cukup menarik untuk di bahas di BIOSKOP. Mari melihat bagaimana Natalia Portman jadi tokoh yang memberikan roh di jalan cerita ini.

Film ini jelas dipenuhi dengan baku tembak ala Wild West, nuansa padang pasir kering dengan kuda sebagai alat transportasi dan adegan para koboy. Teriakan dan bunyi senapan jadi hal yang biasa di film ini. Jane Got a Gun merupakan sebuah film terbaru yang masuk dalam deretan film box office 2016. FIlm Jane Got a Gun ini bertemakan aksi dan drama, Film ini disutradarai oleh Gavin O’Connor dan skenarionya di tulis oleh Brian Duffield, Anthony Tambakis. Jane Got a Gun di bintangi oleh Natalie Portman, Ewan McGregor, Rodrigo Santoro. 1821 Pictures, Schiller Film Group dan Handsomecharlie Films selaku yang memproduksi film Jane Got a Gun ini mulai merilis perdana tanggal 29 January 2016. Dan anggaran untuk memproduksi film ini sekitar $25,000,000.

Inti cerita dari film Jane Got a Gun ini yaitu berkisah tentang Jane yang menikah dengan seorang pria yang cukup berbahaya di daerahnya, Bill . Suatu hari suaminya pulang ke rumah dengan 8 luka tembakan bersarang di tubuhnya. Meski mencoba untuk bertahan, Jane tahu hal seperti itu suatu saat akan terjadi pada suaminya. Dan hanya masalah waktu bahwa geng penembak suaminya akan datang untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Sebagai wanita yang tegar, Jane kemudian memutuskan untuk balik melawan mereka. Dengan bantuan dari musuh bebuyutan suaminya, Dan Frost. Seorang pria yang jatuh cinta pada Jane, disisi lain ia juga begitu membenci Bill namun tak bisa menolak perasaannya untuk tetap membantu Jane karena cinta yang ia miliki. Selain Natalie Portman, film ini juga dibintangi Ewan McGregor, Joel Edgerton, Noah Emmerich, Rodrigo Santoro dan Boyd Holbrook.

Bagi saya film ini terasa sangat lambat, dari awal sutradara berusaha membangun ketegangan namun terkadang ada suasana hening yang terlalu panjang disertai dengan adegan drama yang terkadang monoton. Banyak kejutan-kejutan dari adegan yang hening lalu tiba-tiba berubah sangat emosional Joel Edgerton dan Natalie Portman memiliki banyak momen indah yang berhasil mereka bangun bersama, koneksi yang kuat antara keduanya mampu menjadikan keduanya terlihat mampu mendalami perannya.

Film ini membuat rasa kangen beberapa orang dengan film koboy klasik. Memang perlu banyak adegan yang di potong supaya lebih seru dan tensi dapat naik dengan cepat.