Browse By

Review Film Kingsman: The Golden Circle

Tiga tahun setelah kesuksesan Kingsman: The Secret Service, sutradara Mathew Vaughn kembali menggarap kelanjutan kisahnya lewat sekuel berjudul Kingsman: The Golden Circle. Nah buat kamu yang tidak terlalu suka dengan film action spy yang dikemas serius seperti film-film James Bond, Kingsman bisa jadi jawabannya. Dikemas dengan format yang lebih ringan dan menghibur, Kingsman: The Golden Circle akan kembali melanjutkan perjalanan para anggota Kingsman melawan musuh-musuh baru yang tidak kalah bengis dibanding film pertamanya.

Sebagai film sekuel, Kingsman: The Golden Circle tampaknya punya beban berat untuk bisa menyusul kesuksesan film pertamanya. Seperti The Secret Service, sekuel filmnya masih tetap menghibur dan dikemas dengan gaya bertutur yang ringan dan kocak. Bicara soal Kingsman tak lengkap tanpa agen parlente Harry Hart-nya Colin Firth. Namun sayangnya ia tewas ditembak di kepala pada film pertama. Vaughn yang menulis skrip bersama Jane Goldman menggunakan cara lihai untuk membangkitkannya kembali. Dan ini bukan spoiler, karena kita sudah melihatnya lewat poster promosi dan trailer. Meski penting dari sisi komersil filmnya, tapi ini juga menafikan momen penting dari film sebelumnya. Saya tahu, Kingsman beroperasi dalam semesta penuh kemustahilan, tapi membangkitkan orang mati? Ini sedikit mencederai stake. Segala macam risiko yang terjadi bisa ditarik kembali. Dan dimana keseruan dan ketegangan saat tak ada konsekuensi?

The Golden Circle memperluas skala mitologi franchise-nya dengan memperkenalkan “sepupu” dari agensi Kingsman kita yang berkamuflase sebagai toko jas di Inggris yaitu Statesman, agensi mata-mata Amerika yang bermarkas di pabrik penyulingan miras. Pertemuan ini bermula ketika markas Kingsman dibombardir oleh penjahat. Semua agen Kingsman tewas, kecuali Merlin (Mark Strong) dan Eggsy yang kebetulan sedang pacaran dengan putri Swedia (Hanna Alstrom) yang diselamatkan (dan di*uhuk*) di film pertama. Keduanya lalu berangkat ke Kentucky lalu berjumpa dengan Statesmen yang terdiri dari agen bernama-kode miras diantaranya Tequilla (Channing Tatum), Ginger Ale (Halle Berry), Whiskey (Pedro Pascal), dan sang bos Champagne (Jeff Bridges).

Sayang film ini seakan tak mampu move on dari film pertamanya. Film keduanya turut mengusung formula yang sama, salah satunya karakter villain yang hampir mirip dengan film pertamanya. Jika di film pertama ada Valentine yang ditemani Gazelle, manusia berkaki robot. Di film kedua muncul karakter Poppy yang ditemani Charlie, manusia bertangan robot. Dua-duanya bahkan punya tipikal karakter yang sama-sama psycho dan terobsesi menguasai dunia. Kekurangan lain ada beberapa teknologi CGI yang masih kasar dan juga jalan cerita yang mudah ditebak.

Meski begitu Kingsman: The Golden Circle tetap punya daya tarik yang mumpuni. Kita akan dibuat gemas melihat aksi Eggsy sebagai agen mata-mata dengan kemampuan yang lebih profesional dibanding film pertamanya. Selain itu penampilan aktor-aktor pembantu seperti Pedro Pascal dan Channing Tatum cukup mampu menghidupkan film dengan sentuhan Western.

The Golden Circle juga masih menyuguhkan hal-hal futuristik yang tidak bisa lepas dari film ini seperti penggunaan senjata-senjata canggih yang disamarkan dalam bentuk payung, koper, bolpoin, lasso, dan masih banyak lagi yang pastinya sangat lekat dengan ciri khas film Kingsman.