Review Film Kong: Skull Island by dodon_jerry

Saya diajak teman saya untuk menonton film kingkong di bioskop, bayangan saya bahwa ada film remake kembali dari film kingkong yang sudah pernah ditonton tahun 90an lalu. Kalau benar rasanya sulit memeras adegan apa yang bias ditampilkan lebih apik dari seri terdahulunya. Tapi teman saya berujar bahwa ini adalah film baru yang layak ditonton karena CGInya terbilang bagus. Ayolah kita buktikan.

Pada tahun 1973, James Conrad (Tom Hiddleston) direkrut oleh Bill Randa (John Goodman) dan Houston Brooks (Corey Hawkins) untuk melakukan ekspedisi ke Skull Island. Tempat misterius yang konon belum pernah tersentuh oleh manusia. Mereka kesana untuk mengeksplorasi wilayah yang belum dipetakan. Oleh karena itu sebuah pasukan di Vietnam pimpinan Kolonel Packard (Samuel L. Jackson) mendapat misi membantu ekspedisi sebelum mereka ditarik pulang. Ikut dalam rombongan tersebut seorang wartawan anti perang bernama Mason Weaver (Brie Larson). Kisah selanjutnya mudah ditebak yaitu mereka mendapat perlawanan dari King Kong dan monster lain yang mendiami pulau tersebut serta terjadi konflik diantara mereka sendiri.

Film yang posternya mirip Apocalypse Now ini berdurasi 120 menit dan disutradarai oleh Jordan Vogt-Roberts. Jalan ceritanya ringan dan mudah dipahami, namun beberapa scene terlihat agak tergesa-gesa dan dialog terasa kaku. Jokes yang diselipkan juga terkesan agak garing. Pemandangan di Skull Island ditampilkan dengan indah sedangkan efek CGI dalam film ini terbilang campur aduk. Ada yang terlihat halus namun ada juga yang terlihat kasar. Adegan action cukup intens dalam beberapa scene, penuh ledakan dan auman. Sedangkan musik latar disuguhi dengan rock era tahun 70an seperti Creedence Clearwater Revival, Black Sabbath dan The Stooges.

Di awal film, penonton diajak untuk melihat kebengisan Kong sebagai makhluk raksasa yang super jahat. Kong menyerang membabi-buta dengan siapa pun makhluk yang ditemuinya. Eits, tapi jangan beropini terlalu dini ya. Film ini punya twist yang tak terduga. Selain itu pulau antah-berantah itu ternyata juga dihuni oleh makhluk-makhluk raksasa yang tak kalah menyeramkannya dari Kong. Selama 2 jam film berjalan, kita akan disuguhi oleh adegan-adegan yang sukses membuat jantung berdegup. Sapuan akting memikat dari para pemainnya dipadu dengan efek CGI yang canggih membuat Kong: Skull Island patut menjadi pilihan film yang sayang untuk dilewatkan.

Meski bukan yang terbaik, namun film ini mampu memberikan hiburan tersendiri bagi kamu yang kangen dengan film-film petualangan bertemakan monster. Kong: Skull Island adalah instalasi kedua dari Monster Verse milik Warner Bros yang dimulai dari Godzilla pada 2014 lalu dan akan mencapai puncak dalam Kong melawan Godzilla 3 tahun mendatang. Kedua film ini memang punya pendekatan yang berbeda, dimana Godzilla lebih subversif dengan menyembunyikan monsternya selama lebih dari setengah durasi sementara Kong: Skull Island lebih meledak-ledak, namun mereka menghibur dengan caranya sendiri. Saya sudah menyiapkan semangat kekanakan saya untuk Kong vs Godzilla karena Kong: Skull Island sudah membuktikan bahwa Kong versus apapun bisa menjadi film yang sangat entertaining.