Browse By

Review Film Logan by dodon_jerry

Film ini memiliki rating bagus dengan review yang menawan. Sepertinya seru untuk menonton film ini di bioskop.

Logan, sang pendekar bercakar wolverine besutan marvel memiliki perbedaan yang mendasar dari film superhero lain. Kabarnya film ini lebih banyak drama dari pada aksi super hero. Mari menonton dan mencari tahu.

Tahun lalu, Fox membuat pemerhati film superhero terkesima lewat Deadpool yang menyasar penonton dewasa. Meneruskan tradisi itu, di tahun 2017 ini, Fox kembali merilis film superhero yang segmentasinya bukan anak-anak. Logan menjadi film kedua Fox yang ada di luar pakem film superhero yang cenderung cerah dan ceria. Maka, tidak disarankan untuk mengajak anak-anak untuk menonton Logan yang penuh darah dan umpatan-umpatan kasar ini.

Logan berkisah tentang Wolverine yang hidup menjadi supir limo di tahun 2029. Wolverine di masa ini tidak lagi hidup di sekolah khusus milik Profesor X. Di sini dia merawat Profesor X yang otaknya mengalami penurunan fungsi karena sudah amat tua. Di tengah rutinitasnya, Wolverine didatangi seorang perawat yang membawa anak perempuan bernama Laura atau X-23 yang ternyata merupakan mutan juga. Di sinilah petualangan dimulai, karena ada Transigen, perusahaan jahat yang mengincar Laura. Secara keseluruhan, film Logan merupakan film impresif.

Berbagai unsur yang jarang ditampilkan di film superhero, yaitu nuansa tragedi yang mendalam dan murung. Namun, meski dibalut aura kelam, Logan tetap menampilkan adegan laga yang seru. Kali ini Wolverine ada tandem yaitu X-23 yang sama-sama memiliki cakar adamantium. Maka keseruannya pun berlipat dibanding film-film Wolverine sebelumnya.

Film ini memang bernuansa kelam, menampilkan sisi manusiawi Logan sebagai orang biasa yang mulai kehilangan kekuatannya dan juga mulai menua. Bahkan untuk membaca tulisan di ponsel harus menggunakan kacamata. Demikian juga dengan Profesor X yang ditampilkan dalam karakter yang sangat tua namun banyak bicara. Hugh Jackman dan Patrick Stewart memainkan peran ini dengan sangat baik. Sementara itu, aktor cilik Dafne Keen juga tampil memukau sebagai Laura alias X-23. Dia bisa mengekpresikan emosi dengan baik walau dengan sedikit dialog.

Genre film ini lebih ke drama action. Sehingga porsi drama lebih banyak mengisi film sepanjang 136 menit ini. Jika Anda menginginkan action yang penuh ledakan seperti film X-Men lainnya maka tidak akan mendapatkannya dalam Logan. Porsi action lebih banyak ke pertarungan jarak dekat dengan menggunakan cakar. Sehingga lebih sadis dan penuh darah. Banyak adegan dipenggal dan ditusuk-tusuk. Meski film superhero, namun sangat tidak cocok untuk anak-anak karena mengandung banyak kekerasan baik visual maupun ucapan. Di Indonesia rating film ini adalah 17 tahun keatas.

Hal yang membuat film ini menarik tentu saja kisah ceritanya. Menceritakan sisi manusiawi superhero, meski tema tersebut bukanlah hal baru lagi. Secara keseluruhan, film Logan merupakan film yang layak ditonton, menampilkan kehidupan superhero yang kelam, penuh kekerasan serta emosional.