Review Film Mockingjay part 2 by @dodon_jerry

Ini dia yang paling di tunggu penggemar triologi Hunger Games. Saya sendiri sempat memuji penampilan J-Law (Jennifer Lawrence) yang sangat bagus bermain disana. Pemuja novelnya tentu saudah tahu apa akhir dari cerita ini tapi untuk yang tidak suka membaca menonton filmnya menjadi pilihan menjawab pertanyaan. Saran saya sebelum menonton Part 2 ini ada baiknya untuk menyelesaikan menonton Part 1 terlebih dahulu supaya tidak kepayahan mengikuti jalan ceritanya. Sudah banyak yang memberikan spoiler di film ini tapi menonton sendiri lebih menyenangkan.

Tambahan kata PART 2 di film Mockingjay kali ini memang bukan sekedar pembeda atau basa-basi. Film langsung dimulai tanpa ada intro atau awalan cerita untuk menggambarkan seri sebelumnya. Si sutradara tanpa ragu langsung memasukkan adegan dimana sang Mockingjay, Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) tengah dalam penyembuhan setelah insidennya bersama Peeta Mellark (Josh Hutcherson) di akhir film Mockingjay Part I.

Dari segi cerita, mungkin Mockingjay Part 2 adalah seri dengan jalan cerita yang cukup complicated. Sebagai sebuah seri penutup maka banyak masalah yang akan diselesaikan di film ini. Yang utama, jelas film ini akan mengejar ending pemberontakan 13 distrik melawan Capitol. Sedikit spoiler, sudah pasti pemberontakan akan ditutup dengan kekalahan pihak Capitol yang dipimpin oleh Presiden Snow. Tapi untungnya, ceritanya tidak segampang dan sesederhana itu. Ada sedikit twist mengejutkan di akhir perang, yang membuat banyak orang terkejut.

Memang Part-2 nya harus diakui lebih menghibur dengan segala rentetan aksi yang lebih banyak, tetapi ini sebenarnya masih seri yang sama lemahnya dengan babak pertama, jauh sensasinya dibanding apa yang pernah dihadirkan seri pertama The Hunger Games apalagi bagian terbaiknya di Catching Fire. Memang ada sebuah penutup yang dicari oleh penontonnya sejak 7 tahun silam, tetapi bagaimana menuju ke sana mungkin gagal dihadirkan secara mengesankan, bahkan kamu dengan mudah menebak kejutan yang hadir ketika momen The Hunger Games baru dikumandangan Presiden Coin. Apa yang terjadi di 20 menit akhir terkesan sangat terburu-buru, ini jelas ironis mengingat dua seri yang berselang satu tahun dihabiskan untuk bisa menjelajahi novel terakhirnya dengan lebih maksimal, tetapi yang terjadi di lapangan tetap saja tidak pernah terjadi.

Elemen politiknya tidak pernah bisa menonjol, tidak ada penampakan Panem bersatu untuk memperjuangkan dunia baru, yang ada hanya Katniss dan Katniss lagi seorang diri yang tampak paling ngotot. Relasi cinta segitiganya juga tetap sama flat-nya dengan pendahulunya, tidak ada dilema yang bisa dirasakan dari dua pilhan yang seharusnya bisa menjadi kompleks, bahkan saga Twilight sama masih lebih baik soal ini. kemampuan Jennifer Lawrence masih sangat solid membawakan perannya sebagai Katniss Everdeen sang Mockingjay. Penampilan konsisten Lawrence sejak seri awal The Hunger Games tentu berimbas besar, terutama ketika berhasil meninggalkan kesan pada penontonnya, ini jelas mampu menutup banyak kekurangan franchise ini, terutama pada seri pemungkasnya yang diakhiri dengan cukup emosional, setidaknya buat penonton yang sudah setia mengikuti seri ini sejak 2008 lalu tidak peduli fans novelnya atau hanya sekedar penonton biasa.

Overall, film Mockingjay Part 2 menurut saya cukup sukses menutup seri film The Hunger Games yang sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu. Semua rasa penasaran terjawab, semua masalah terselesaikan. Untuk saya sendiri, ending ceritanya cukup mengejutkan meski entah kenapa terasa agak kurang gereget.