Browse By

Review Film Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge by dodon_jerry

Wah ini dia salah satu yang membuat nama Johny Deep terkenal. Film yang membuat karakter Jack Sparrow menempel erat dan susah terlepas. Saya percaya film kali ini masih akan berkutat tentang petualangan yang menegangkan ditambah dengan aksi konyol sang perompak.

Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge berusaha membawa kembali kisah Kapten Jack Sparrow ke akarnya. Kisah petualangan di lautan yang luas, yang dipenuhi mitos, peperangan dan juga pengkhianatan di antara para perompak bakal muncul di film ini. Anda juga akan diperkenalkan dengan makhluk-makluk aneh di lautan di film ini. Ada hantu hiu ataupun burung berbentuk aneh yang menebar horor terhadap para perompak.

Berbeda dari kapalnya dahulu Black Pearl yang terlihat gagah, kapalnya kini akan lebih kecil dan lusuh. Ini akan menjadi sesuatu yang menarik perhatian, sebab Sparrow kerap mendambakan kapal yang bagus. Tapi kini, bajak laut dengan tingkah cuek itu berakhir dengan kapal yang tak sebanding dengan The Black Pearl.

Selain itu, kisah tentang hubungan keluarga juga mencuat di film ini. Ada kisah kerinduan pada sosok seorang ayah yang dirasakan Henry pada Will dan satu lagi kisah yang bakal menjadi salah satu kejutan di film ini.

Formula humor khas Kapten Jack pun masih kental di film ini. Anda akan dibuat tertawa dengan tingkah Jack yang mabuk dan kekonyolannya saat menghadapi masalah. Di film ini, Anda juga bisa menyaksikan wajah Kapten Sparrow muda yang dibuat dengan CGI yang menampilkan muka Johnny Depp di masa mudanya. Adegan pascakredit film ini juga mengisyaratkan kembalinya tokoh di masa lalu.

Seri kelima Pirates of the Caribbean ini adalah film dengan durasi terpendek dibanding empat film lainnya. Sepanjang 129 menit, Anda akan dihibur dengan aksi-aksi menantang di lautan dan di daratan yang tentu sangat sulit Anda lewatkan. Bagi Anda penyuka Pirates of the Caribbean, maka Anda dijamin akan menyukai film ini.

Film ini disutradarai oleh duo Joachim Rønning dan Espen Sandberg yang pernah menggarap Kon-Tiki, petualangan maritim yang menurut konsensus dari RottenTomatoes merupakan “throwback to old-school adventure filmmaking that’s exciting and entertaining”. Salazar’s Revenge juga “exciting” karena mempunyai beberapa sekuens aksi spektakuler. Lihat saja adegan pembuka film dimana kru Jack Sparrow merampok bank dengan cara menyeret bank tersebut, literally, keliling kota atau adegan komikal saat Jack akan dieksekusi dengan guillotine yang berayun secara sentrifugal, nyaris memotong lehernya. Dan ada pula hiu zombie (!). Nah, kalau “entertaining”? Tidak juga. Pengadeganan sekuens pembuka terasa draggy dan kurang dinamis. Ini semakin kentara di bagian yang lebih mengandalkan CGI alih-alih practical effects, misalnya saat klimaks yang membuat saya sering menguap. Dalam Kon-Tiki, duo ini menggunakan set pieces yang kecil dengan efektif, dan mereka tampaknya sedikit kelabakan menangani set pieces yang gila dalam Salazar’s Revenge.

Jika dalam On Stranger Tides, ada Keith Richards dari band The Rolling Stone yang bermain sebagai ayah Jack, maka di film ini kita akan mendapati personil The Beatles, Paul McCartney yang menjadi paman Jack dalam cameo yang kocak. Disney dikabarkan akan merilis satu lagi film Pirates of the Caribbean setelah film ini sebelum benar-benar menutup franchisenya. Soal ekspansi legenda, franchise ini takkan kehabisan materi. Ada begitu banyak mitologi laut dan harta karun yang bisa ditemukan oleh Jack Sparrow dkk. Lagipula, masih ada beberapa frontman band legendaris yang bisa dijadikan sanak famili Jack. Namun setelah menonton Salazar’s Revenge, saya rasa untuk saat ini saya belum siap berlayar ke petualangan selanjutnya.