Review Film Split by dodon_jerry

Sebenarnya begitu tahu siapa sutradaranya, saya agak malas menontonnya, namun tema cerita film ini sungguh menarik. Manusia dengan 24 kepribadian.

Tahun ini M. Night Shyamalan kembali dengan karya film terbarunya berjudul Split. Setelah kegagalannya dalam beberapa film fenomenal seperti The Sixth Sense (1999) dan Signs (2002), bahkan sampai menyabet gelar sebagai Worst Director untuk film The Last Airbender di ajang Razzie Awards 2011. Kali ini sutradara berdarah India tersebut comeback dengan sajian karya yang berbeda, mencoba menemukan lagi ritme cerita yang khas dengan plot twist yang membuat penonton menganga.

Split mengisahkan seorang laki-laki berkepala plontos (James McAvoy) yang memiliki 23 kepribadian. Di awal film, Shyamalan langsung membuat kita bingung dengan adegan penculikan tiga orang gadis remaja (Casey, Claire, Marcia) yang dibawa ke kamar di sebuah basement. Penculik tersebut diketahui bernama Dennis dengan ciri khas mengenakan kacamata dan terobsesi dengan kebersihan. Banyak film yang mengangkat tema tentang kepribadian ganda. Dalam kurang lebih satu dekade terakhir mungkin yang paling berkesan bagi saya adalah film Fight Club, yang diperankan oleh Edward Norton dan Brad Pitt, mengisahkan seorang penderita insomnia yang akhirnya memiliki kondisi dimana kepribadiannya terpecah menjadi dua. Tapi itu hanya kasus dimana seseorang memiliki dua kepribadian, lalu bagaimana jika dalam satu tubuh memiliki banyak kepribadian, bahkan hingga lebih dari dua puluh kepribadian? Itu yang ada di film terbaru karya M. Night Shyamalan berjudul ‘Split.’

Setting lokasi yang lebih banyak berkutat di ruang bawah tanah, mengingatkan kita akan film 10 Cloverfield. Tapi setidaknya sesekali ada scene di luar ruangan, dimana Kevin mengunjungi konsultan psikiaternya yaitu Dr Fletcher (Betty Buckley). Atau ketika Casey flashback ke masa kecilnya saat ia berburu rusa bersama ayahnya. Ini lumayan tidak membuat penonton jengah, apalagi buat penonton yang punya phobia ruang sempit dan gelap.

Yang unik di film ini juga tentunya karena sudut pandang cerita tidak hanya diambil dari pemeran protagonist, yang notabene disini adalah Casey. Karena pengembangan cerita justru lebih mengutamakan si Antagonis yaitu Kevin. Apa yang menyebabkan Kevin menjadi psikopat dengan bermacam kepribadian, dan apa motivasinya menculik Casey dan rekan-rekannya, membuat penonton penasaran sekaligus merasakan kengerian sepanjang film.

Secara keseluruhan, film ini memang benar-benar menegangkan dan bikin penasaran. Tak cuma itu acting dari para aktor dan aktrisnya juga berhasil membawa penonton merasakan ketegangan yang cukup mendebarkan. Dan ini juga menjadi sedikit menjadi ciri khas dari M. Night Shyamalan, yaitu memasukan unsur ‘fiktif’ yang lebih kuat di bagian akhir, adegan ‘tak masuk akal’ yang entah ini membuat film semakin menarik atau sebaliknya, itu tergantung penilaian dari penonton. Apakah penonton lebih senang yang lebih realistis atau sedikit hiperbolik. Yang jelas hingga bagian akhir film, cerita yang dihadirkan tetap sulit untuk ditebak dan cukup di luar dugaan. Minim fun, dominasi thriller,dan tambahan drama, menjadi paket menarik yang ditawarkan di film Split. Thriller yang dihadirkan pun tak sekedar psychological thriller, tapi benar-benar suspense thriller dengan adegan kejar mengejar yang cukup memacu adrenaline penonton.

Secara keseluruhan, film ini benar-benar menguras psikologis penonton dan pastinya bakal menyisakan kesan puas setelah pulang dari bioskop. Tapi, lagi yang mungkin akan menjadi pertimbangan, yaitu akhir cerita film yang agak ‘gantung’. Walaupun ada pula sedikit mix di bagian akhir dengan karakter di film Shyamalan lain, karena ada kemunculan Mr Glass dan David Dunn dari film Unbreakable. Film Split ini sendiri sepertinya sengaja digarap sebagai spin off dari film Unbreakable, yang nampaknya nanti akan digarap dalam sekuel yang mempertemukan karakter Kevin dengan Mr. Glass dan David Dunn.