Review Film Stonehearst Asylum

Film Thriller satu ini diadaptasi dari karya sastrawan besar Edgar Allan Poe, “The System of Doctor Tarr and Professor Fether“. Edward Newgate, dokter muda yang menjadi tokoh utamanya, dikisahkan memulai masa magangnya di RSJ Stoneheast Asylum untuk mendapatkan clinical experience. Awalnya, Newgate sama sekali tidak menemukan adanya keanehan di tempat tersebut. Ia berusaha untuk mengikuti arahan Dr. Silas Lamb, pemimpin Stonehearst Asylum yang menjadi “tutor” baginya. Di RSJ ini Newgate juga berjumpa dengan Eliza Graves, salah satu pasien yang kemudian membuatnya jatuh cinta. Eliza, seorang wanita cantik yang di-RSJ-kan oleh suaminya sendiri, menjalani terapi musik dengan bermain piano.

Situasi ini menjadi mulai tegang ketika Newgate menjelajah ruang bawah tanah Stonehearst Asylum. Ia menemukan sederetan sel dengan sekelompok orang yang dipenjarakan di sana. Newgate pun mengetahui rahasia besar yang disimpan Dr. Lamb beserta para stafnya. Orang-orang yang dipenjarakan di bawah tanah tersebut ternyata Dr. Salt beserta para stafnya, pemimpin dan staf yang seseungguhnya dari Stonehearst Asylum. Merekalah para dokter, perawat, dan petugas yang semestinya berwenang di RSJ tersebut. Sementara Dr. Lamb dan para “staf”-nya sebelumnya adalah para pasien yang mengambil alih kendali Stonehearst Asylum. Dengan kata lain, RSJ tersebut sedang dipimpin oleh “orang gila”.

Newgate diam-diam berusaha mencari cara untuk membebaskan Dr. Salt dan para staf. Ia pun mulai menjalin kedekatan dengan Eliza yang sempat menyuruhnya untuk meninggalkan Stonehearst Asylum tapi ditolaknya. Namun rencana Newgate akhirnya terbongkar dan ia kehilangan kepercayaan Dr. Lamb.

Sebagai seorang dokter muda, Newgate belajar untuk “melawan” Dr. Lamb dengan mencari tahu kelemahannya dan memperlakukannya seperti pasien. Newgate menemukan sebuah foto yang ditunjukkannya pada Dr. Lamb. Foto tersebut membuat “kegilaan” Dr. Lamb kambuh karena mengenang masa lalunya yang kelam. Di sinilah Newgate memiliki kesempatan untuk menolong Dr. Lamb sebagaimana seorang dokter menangani pasiennya.

Setelah itu, kondisi di Stonehearst Asylum kembali normal. Para staf asli menjalankan tugasnya kembali. Newgate membawa Eliza pergi dari Stonehearst Asylum dan tinggal di tempat baru yang lebih baik. Namun, kejutan muncul di akhir kisah dengan datangnya seorang dokter ke Stonehearst Asylum bersama suami dari Eliza. Dokter tersebut mengaku bernama Dr. Edward Newgate. Lantas, siapa sesungguhnya dokter muda yang datang ke RSJ tersebut dengan alasan untuk magang? Siapakah dia?

Film ini mengingatkan saya pada Shutter Island, film dengan tema yang kurang lebih serupa. Efek menegangkan sepanjang cerita dipadukan dengan berbagai kejutan dan misteri. Penonton dibuat harap-harap cemas melalui “petualangan” dokter muda Edward Newgate yang mempertaruhkan keselamatannya demi mencapai tujuannya untuk membebaskan staf Stonehearst Asylum dan mendekati Eliza Graves. Secara pribadi, saya tertarik pada gambaran karakter Newgate sebagai lelaki muda yang tampak mendekati sempurna dengan profesinya sebagai dokter. Ia memiliki kemampuan berempati yang sangat baik dan kreatif dalam menemukan cara yang tepat dalam menangani pasien-pasien yang baru ia temui bahkan termasuk Dr. Lamb. Ketertarikan ini pun bertambah setelah saya mengetahui jati diri asli Newgate yang terungkap di akhir cerita, Secara keseluruhan, kalau di-rating, saya memberikan 8 dari 10