Review Film The Divergent Series: Allegiant by @dodon_jerry

Film trilogy baian terakhir yang diangkat dari novel. Seperti biasa tidak akan ada spoiler karen semua pembaca novelnya pasti tahu jawabnya. Sekarang tinggal membandingkan. Apakah isi cerita di novel akan sama dengan jalan cerita di film. Para fan base akan lebih hebat mengkritisi. Tapi bagi saya yang tidak suka membaca novel lebih baik langsung menonton saja dan tinggal melihat episode sebelumnya.

Hollywood sepertinya sedang asyik mengangkat kisah dari novel-novel dewasa muda bergenre sci-fi ke layar bioskop. Salah satunya adalah film yang sekarang sedang diputar di bioskop, The Divergent Series: Allegiant. The Divergent Series kerap dibandingkan dengan kisah-kisah sejenis, seperti The Hunger Games dan The Maze Runner. Cerita yang diangkat pada ketiga franchise ini memang cukup mirip, yaitu trransisi remaja menuju kedewasaan, sekelompok manusia yang bertahan hidup pascakehancuran dunia, dan adanya otoritas yang kejam.

Tokoh penting di Allegiant kira-kira masih sama dengan yang ada di film-film sebelumnya, Divergent dan Insurgent: Four (Theo James), Tris (Shailene Woodley), Peter (Miles Teller), Caleb (Ansel Elgort), Christina (Zoe Kravitz), dan Evelyn (Naomi Watts). Di Allegiant tidak ada Jeanine (Kate Winslet) karena dikisahkan sudah tewas. Allegiant akan dibuka dengan adegan mesra sekaligus menantang Four (Theo James) dan Tris (Shailene Woodley) yang memanjat gedung untuk berciuman. Mereka kemudian memandang jauh ke arah luar tembok sambil membayangkan apa yang ada di luar sana. Tris dan jiwa bertualangnya terlihat menggebu untuk kabur ke luar tembok, sedangkan Four tampak masih ragu. Mungkin karena Evelyn, sang ibu, yang kini ‘berkuasa’ di Chicago. Singkat cerita, Tris dan Four akhirnya memutuskan untuk keluar dari tembok kota dan mencari tahu ada apa di luar sana. Meski sempat ingin membunuh Tris, Caleb tetap diajak pergi. Peter, yang selama ini selalu cekcok dengan Tris pun terpaksa diikusertakan karena sempat mengancam membocorkan aksi kabur tersebut jika tidak diajak. Christina menyusul di pintu gerbang karena harus berakting dengan memberikan surat perintah palsu agar mobil yang dikendarai Four, Tris, Caleb, dan Peter bisa lolos. Usaha mereka hampir saja terhenti karena ternyata pagar pembatas dialiri listrik oleh Evelyn. Namun berkat keberanian Tris yang meledakkan genset penghasil aliran listrik, mereka berhasil meretas tembok kota.

Seperti halnya film-film berseri lainnya, sekuel film memiliki beban cukup berat karena penonton pasti berharap film lanjutan lebih bagus dari pada film sebelumnya.

Sangat disayangkan, begitu banyak special effect yang terasa terlalu amatir. Apalagi ketika mereka ditemukan oleh pasukan biro dan dibawa menggunakan plasma bubble, terlihat terlalu palsu. Jika kamu sudah menonton Oz the Great and Powerful (2013), adegan itu akan mengingatkan kamu saat Oz (James Franco) dan Glinda (Michelle Williams) travelling menggunakan bubble. Ketika sedang melayang dalam plasma bubble, Four dan Tris saling mendekatkan tangan.. oh too much drama! Oh ya, drama tidak di situ saja, bisa dibilang terlalu banyak drama dalam Allegiant. Begitu tiba di pusat biro, Four dkk harus menjalani detoksifikasi dengan masuk ke dalam ruangan untuk mandi. Durasi untuk adegan ini terlalu lama. Mungkin maksudnya ingin membuat Allegiant dibicarakan, namun adegan Tris tanpa baju tampak terlalu dipaksakan dan meaningless. Jika kamu penggemar Theo James, film ini bisa jadi obat rindu. Kamu bebas memandangi wajah dan mendengarkan suara Four karena dalam Allegiant, adegan Four ada cukup banyak. Jangan panglingkan pandangan dari layar karena ada adegan Four telanjang saat mandi. Menyegarkan. Tubuh Shailene Woodley sebagai Tris tampak kurang fit. Lengannya terlihat terlalu lemah untuk seorang pejuang wanita.

Di seri ketiga Divergent : Allegiant, Chicago diambil alih Evelyn dan Dauntless. Sebuah harapan baru muncul untuk kehidupan yang lebih baik. Namun, Evelyn dianggap sama saja dengan Jeaniene oleh Tris dan putranya sendiri Four. Bahkan Chicago mulai pecah. Perang antara Amity yang dipimpin oleh Johanna Reyes dan Evelyn tidak terbendungkan. Sebelum itu terjadi, Tris dan 5 rekanya percaya bahwa mereka harus keluar dari Chicago. Mereka menganggap dibalik tembok besar yang selama ini mengelilingi kota mereka ada kehidupan lain yang harus mereka temukan.

Diceritakan akhirnya Tris, Four dan kawan-kawan berhasil melintasi tembok. Mereka juga mampu menemukan sebuah tempat baru yang jauh lebih modern. Tris terus didekati oleh petinggi biro genetika (Sebutan untuk tempat baru tersebut) dengan alasan Tris lah yang bisa membantu dia menyelamatkan dunia. Sejak awal Four sudah curiga dan mengingatkan Tris. Four bahkan mengetahui jika apa yang dilakukan oleh Biro selama ini adalah sebuah kejahatan. Sebuah fakta besar terungkap saat akhirnya Four tahu jika semua kekacauan di Chicago selama ini disebabkan oleh Biro. Adanya lima fraksi juga merupakan experiment dari Biro. Semua yang terjadi di Chicago juga dapat dipantau oleh Biro. Bahkan, Biro juga berencana untuk menyerang Chicago dengan gas “lupa ingatan”.

Untunglah, Four berhasil menghentikan ibunya yang sempat terpengaruh walaupun sedikit terlambat. Tris juga akhirnya tahu jika dia telah dibohongi David. Di akhir cerita, Tris melakukan sebuah pidato yang menyatakan “Mengelompokkan manusia dan membuat perbedaan diantara mereka adalah suatu hal yang salah. Apapun kepribadian yang mereka miliki, mereka tetaplah manusia yang berhak untuk hidup”.

Bagi kamu yang memang mengikuti The Divergent Series, pastikan untuk menonton film Allegiant. Bagi para penggemar The Divergent Series, rasa penasaran kamu akan apa yang ada di balik tembok Chicago akan terjawab dalam film ini. Hanya saja, pastikan jangan terlalu memasang ekspektasi terlalu tinggi sebelumnya. Meski ratingnya tidak terlalu bagus, namun Allegiant ini layak jadi tontonan menghibur.