Browse By

Review Film Train To Busan by @dodon_jerry

Horor versi Korea? Siapakah oppa dan unnie yang memerankan film bertemakan zombie ini? Seberapa menarik kah film Zombie ala Korea? Ah! Saya terlalu penasaran untuk menontonnya. Seperti apakah Train To Busan ini?

Film ini dimulai dengan pertengkaran suami istri di telepon yang telah berpisah. Sang anak Soo-An (Kim Soo-an), ingin bertemu dengan ibunya di hari ulang tahunnya besok. Sang ayah Sook-Wo (Gong Yoo) yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sebenarnya enggan mengantar anaknya ke Busan menuju ibunya, namun melihat betapa menyedihkan si anak, akhirnya ia rela cuti dan mengantar Soo-An ke Busan dengan naik kereta KTX.

Tak disangka, ketika mereka akan berangkat, ada satu perempuan yang terlihat tidak sehat masuk ke dalam kereta. Ternyata perempuan tersebut terinfeksi virus yang menyebabkan dirinya menjadi zombie. Seperti film dengan tema zombie apocalypse, tentu saja perempuan ini berubah menjadi zombie dan mengigit orang-orang yang ditemuinya. Sialnya, tema zombie apocalypse kali ini adalah tipikal zombie cepat, yang berubahnya cepat dan larinya cepat. Persis seperti film World War Z.

cerita film ini lebih fokus dengan bagaimana cara karakter bertahan dari serangan para zombie ketimbang memecahkan atau mencari tahu penyebab tiba-tiba datangnya zombie. Sebenarnya dijelasin sih mengapa tiba-tiba bisa ada zombie, tapi ya itu, pak sutradaranya cuma sedikit menjelaskan kemunculan zombie dan penyebabnya. Muncul tadi ditandai dengan rusa yang kembali hidup dan penyebabnya juga karena kebocoran gas dari sebuah perusahaan biokimia. Menjelang akhir cerita juga dijelaskan secara singkat kalau ternyata perusahaan biokimia itu adalah proyek yang di danai oleh Seok Woo.

Dan yang lainnya yang membuat berkesan dari film ini adalah plot twist-nya. Begitu awal menonton kamu pasti sudah mengira-ngira siapa saja karakter yang akan mati dan siapa saja karakter yang selamat di akhir cerita, atau bahkan kamu juga bakal berharap karakter yang kamu sukai selamat dari para serangan zombie-zombie itu. Tapi, aku sarankan dari pada mengira-ngira lebih baik kamu ikuti saja jalan ceritanya karena di akhir kamu bakal nyesel begitu yang kamu harapkan tidak akan menjadi kenyataan. Benar-benar tidak bisa kita sangka-sangka siapa yang akan selamat di sini.

Lalu, seperti kebanyakan film korea lainnya, film ini juga ending-nya ngegantung gitu. Orang sih nyebutnya open ended. Cuma terkadang memang kita gak puas sih dengan ending seperti itu. Aku sendiri contohnya, menurutku, dengan ending yang seperti itu, aku jadi benar-benar penasaran dengan nasib karakter pasca selamat dan berhasil kabur dari serangan zombie. Lalu bagaimana dengan zombie-zombie yang masih dihidup tadi di tempat lain? Apa tidak ada cara untuk membasminya? Gimana kalau wilayah yang mereka tempati pasca selamat itu juga kedatangan zombie dari jauh sana yang terus jalan dan mengejar lantas lama-lama sampai di tempat mereka? Penjelasannya benar-benar kurang. Tapi, katanya penulis dan sutradaranya sudah mengeluarkan sekuel untuk film Train to Busan ini dalam bentuk film animasi (judulnya Seoul Station kalau ga salah, aku belum nonton yang ini). Mungkin di sana dijelaskan bagaimana cari membasmi zombie-zombie tersisa dan juga mengatasi penyebabnya tadi.

Kalau ada yang bisa diambil setelah menonton film ini adalah pesan moralnya. Terkadang memang kita harus memikirkan orang lain ketimbang memikirkan diri sendiri karena suatu saat orang lain itu bisa membantu di saat-saat kita membutuhkan. Tapi, di samping itu semua, orang yang memikirkan diri sendiri juga ternyata punya alasan sendiri loh kenapa dia egois dan tak acuh.

Terlepas dari semua jalan cerita yang bagus dan memukau, yang aneh buat aku itu adalah zombienya. Mungkin karena selama ini zombie yang aku tahu itu lambat dan tidak bisa lari, jadi ketika melihat zombie yang dengan cepat mengejar dan menyebar di film ini, aku jadi merasa janggal. Menurut artikel yang aku baca yang membahas tentang film ini, zombie di film ini dimodifikasi dari cerita zombienya 28 Days Later milik Danny Boyle. Keadaan zombie benar-benar terasa terdesak dan tergesa-gesa sehingga membuat mereka menjadi pelari ulung dan tidak takut cahaya sama sekali. Di dalam film ini, dijelaskan kalau zombienya tidak bisa melihat apa-apa ketika masuk terowongan dan ga ada cahaya matahari sama sekali dan mereka juga sensitif dengan bunyi-bunyi. Nah, di situlah kesempatan pada karakter utama untuk melawan mereka demi menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang tercinta mereka.