Review Film Valerian and the City of Thousand Planets by dodon_jerry

Luc Besson adalah salah satu sutradara hebat yang membidani sejumlah film laris. The Fifth Elements adalah salah satu pencapaiannya sebagai sutradara yang mampu menyuguhkan kehebatan sebuah film sci-fi di tahun 90an.

Sutradara asal Prancis itu sepertinya ingin mengulangi kembali kesuksesan The Fifth Elements di film terbarunya, Valerian and the City of Thousand Planets. Di film in, Besson sepertinya berusaha menampilkan sesuatu yang baru dalam petualangan antariksa.

Dikisahkan, pada abad ke-28, Alpha adalah stasiun antariksa dimana jutaan makhluk dari berbagai planet hidup dalam perdamaian dan bertukar pengetahuan. Alpha awalnya adalah stasiun antariksa Bumi dan berkembang ketika banyak negara dari Bumi dan ras dari planet lain bergabung.

Di dalam Alpha, ada kesatuan keamanan yang memiliki banyak agen untuk menangkap para penjahat. Di antara mereka ada Mayor Valerian (Dane DeHaan) dan agen Laureline (Cara Delevingne).

Untuk sebuah film besar, Valerian and the City of a Thousand Planets bisa dibilang tak mampu memenuhi ekspektasi. Beberapa kritikus bahkan menilai film ini merupakan usaha gagal untuk mengulangi kesuksesan karya Besson sebelumnya, The Fifth Element yang pernah rilis di tahun 90’an lalu.

Ada beberapa faktor yang membuat film ini terasa kurang menarik, padahal sebagai film produksi Prancis dengan biaya produksi terbesar, Valerian sempat digadang-gadang akan menyaingi film-film science-fiction besar Hollywood. Tokoh utamanya, Valerian dan Laureline bahkan dinilai tidak memiliki kecocokan saat melakoni perannya sebagai partner sekaligus pasangan kekasih. Keduanya dianggap lebih cocok menjadi pasangan adik dan kakak karena memiliki kemiripan wajah. Selain itu, chemistry Dane dan Cara pun terasa kurang kuat. Meski begitu, usaha Cara yang terlihat menyesuaikan diri dengan Dane patut diapresiasi dengan sedikit kemajuan pada ekspresi wajahnya.

Untung saja kehadiran Rihanna mampu memecah suasana. Penonton akan terhibur dengan penampilannya sebagai alien yang berprofesi sebagai penari ala Burlesque bernama Bubble. Dalam film ini, ia tampil all-out menggoda Dane dengan tubuh seksinya. Selain itu efek visual yang indah akan membuatmu masuk dalam dunia fiksi fantasi Valerian. Kehadiran Chris EXO pun juga mampu menambah daya tarik sendiri. Sayangnya, akting personel EXO ini masih terlihat kaku, terutama adegan saat ia menggunakan senjata.

Di luar segala kelebihan dan kekurangan filmnya, film berating R ini adalah sebuah film sci-fi ringan yang dapat menghiburmu dengan berbagai adegan heroik dua tokoh utamanya, efek visual yang epik, dan penampilan Rihanna yang akan membuatmu terpesona. Film fiksi ilmiah ini mungkin bisa menjadi pilihan bagi kamu untuk menghabiskan liburan bersama keluarga di akhir pekan.