Review Film War for The Planet of The Apes by dodon_jerry

Coba hitung sudah berapa film yang bertemakan kera bujang dare tonton? terutama kera yang berperang melawan manusia karena terusik. Setelah sukses dengan dua film terdahulu, franchise blockbuster Planet of The Apes kembali merilis film ketiganya: War for The Planet of The Apes.

Film ini merupakan kelanjutan dari dua film sebelumnya yang berhasil menembus box office versi Hollywood, Rise of The Planet of The Apes (2011) dan Dawn of The Planet of The Apes (2014).

Ditampilkan dengan sinematografi berkelas ala Hollywood, ditambah sentuhan CGI (Computer Generated Image) yang memukau, Matt Reeves dan kawan-kawan seakan menyihir penonton untuk ikut merasa dan terlibat dalam cerita, berada dalam peradaban di mana spesies kera lebih superior dibanding manusia.

Film ini melibatkan banyak pembuat film dan aktor-aktris terbaik Hollywood. Sebut saja Michael Giachino, komposer pemenang Academy Awards yang juga berkiprah di film animasi Up, serta Weta Digital yang kembali bertanggung jawab dalam hal mengolah visual effect pada film ini.

Dari segi pemeran, film ini kembali menampilkan Andy Serkis sebagai pemeran Caesar, si pemimpin para kera, dan juga aktor kawakan yang 2 kali di nominasikan pada Academy Award, Woody Harrelson, selaku kolonel pasukan manusia yang menjadi antagonis utama pada film ini.

Namun, kehadiran salah satu karakter bernama Nova (Amiah Miller), seorang anak manusia yang ditemukan Caesar cs di tengah film ini terkesan agak dipaksakan. Nova tak banyak memberi efek pada alur cerita maupun tokoh utama dalam film ini. Meski begitu, kehadirannya mampu memberikan keseimbangan dalam sisi humanis tokoh Caesar.

Ada pula satu karakter baru yang rasanya sengaja dihadirkan untuk mengurangi ketegangan yang disajikan sepanjang film, yaitu Bad Ape (Steve Zahn). Kera yang berasal dari kebun binatang ini mempunyai andil yang besar, baik bagi para tokoh dalam film maupun penonton.

Tampil sebagai sosok yang lugu dan penakut, kelakuan Bad Ape mampu menghadirkan gelak tawa ringan di dalam bioskop. Dalam film ini, ia juga mempunyai peran yang cukup penting dalam perjalanan Caesar. Bad Ape mempunyai beberapa informasi penting yang dapat digunakan Caesar cs untuk membantunya dalam proses balas dendam terhadap kolonel.

Secara keseluruhan, War for the Planet of the Apes menjadi salah satu film yang worth to watch, baik dari segi alur cerita, kuatnya karakter para tokoh, maupun sinematografi, dan efek visual yang tidak diragukan lagi. Film bergenre aksi drama ini juga menghadirkan tontonan yang sarat makna tentang kekeluargaan, persahabatan, dan kebijaksanaan.

Bagi penonton yang mencari film filosofis yang menyuguhkan adegan yang mengusik cara pandang dan sisi humanis, film ini adalah pilihan yang sangat tepat.

Film ini bisa jadi sangat berat dan sulit untuk dicerna oleh anak-anak, sehingga batas umur “13 tahun ke atas” dirasa kurang tepat. Namun secara umum, film ini akan menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga menyihir penonton untuk terpaku di kursinya dan menonton film ini hingga usai.

Film War for The Planet of The Apes, secara subjektif, adalah satu dari sedikit film yang berhasil menampilkan karakter non-manusia secara mengagumkan, selain film besutan Disney dan Pixar.