Browse By

Review Film Whiplash

Saya beruntung bisa menonton film ini karena rekan saya Poltak justru gagal menonton film ini akibat tiket yang terjual hanya 3 lembar saja. film ini mendapat beberapa nominasi Oscar dan saya yakin cocok untuk ditonton.

Mengangkat tema yang mirip seperti Drumline, Whiplash juga menceritakan tentang seorang talent yang berambisi menjadi  drummer ternama. Tapi jangan samakan dengan Drumline yang lebih terkesan easy ya. Sebab Whiplash diusung dengan penggambaran yang melibatkan lebih banyak emosi. Anda harus bersiap-siap mengernyitkan dahi, bergumam atau bahkan melontarkan ekspresi “ouch” ketika menyaksikan film ini.

Berawal ketika Andrew Neyman (Milles Teller) masuk ke dalam sebuah sekolah musik untuk mengembangkan bakatnya. Dia bertemu dengan seorang instruktur bertangan dingin, Terence Fletcher (J.K Simmons), yang mengubah hidupnya begitu drastis. Sang instruktur menerapkan metode berbeda pada setiap muridnya, terutama pada Andrew. Karakter yang fierce dipadukan dengan aksi kekerasan pada Andrew memicu hal-hal yang tak pernah terduga sebelumnya. Andrew menjadi seseorang yang lebih penuh obsesi dan perfeksionis. Bahkan, ia tidak berhenti untuk mengambil hati Fletcher agar menjadi superior. Namun ternyata tidak hanya hidup Andrew saja yang berubah tetapi juga Fletcher

Damien Chazelle ini sinting, kurang ajar dan luar biasa jenius! Whiplash tidak didukung dana memadai ketika ingin dibuat versi panjangnya, tapi sineas berusia 30 tahun itu cerdik, dia membuat Whiplash versi film pendek dan mengirimnya ke Sundance Film Festival tahun 2013 dan menang! Setelah menang, akhirnya ada yang ingin mendanai versi film panjangnya, sineas yang baru menggarap satu film panjang selama hidupnya ini kembali melakukan hal yang sama di tahun 2014 dan menang lagi! Tapi kali ini, Whiplash versi panjangnya pun masuk nominasi Best Picture ajang Academy Award tahun 2015 dan tercatat sebagai film dengan bujet terendah yang pernah masuk nominasi Best Picture di ajang Oscars. Selain bujetnya yang rendah, Whiplash juga disyuting dan diedit dengan waktu yang singkat, tidak lebih dari tiga bulan, wow!

Kesintingan Damien Chazelle diawali dengan karakter yang bernama Andrew (Miles Teller), seorang pemain drum junior di sekolah musik Shaffer yang sedang giat-giatnya berlatih main drum jazz. Hingga suatu waktu, seorang mentor paling galak, gila dan sableng di Shaffer bernama Fletcher (J.K. Simmons) melihat Andrew sedang berlatih drum dan mengajaknya untuk bergabung ke band jazz yang dikomandani mentor berkepala plontos tersebut. Andrew senang bukan kepalang karena skillnya dilirik oleh seorang mentor paling ditakuti dan dihormati, tapi rupanya jalan menuju kesuksesan tidaklah semudah dan semulus yang Andrew bayangkan, karena metode mengajar Fletcher dapat membuat Andrew tidak berkutik saking keras dan brutalnya.

Tidak bisa dipungkiri, musik jazz dan J.K. Simmons adalah faktor utama yang membuat Whiplash menjadi sebuah tontonan intens yang luar biasa spektakuler. Sedangkan Miles Teller adalah pemain kunci yang membuat film berdurasi 100 menitan ini makin harmonis. Ya, Miles Teller bisa digantikan siapa saja, tapi J.K. Simmons? Saya ragu apakah ada aktor lain yang bisa mencuri perhatian sehebat pemeran J. Jonah Jameson di trilogi Spider-Man milik Sam Raimi itu? Watak keras, dingin dan kasar Fletcher digambarkan dengan sangat sempurna oleh aktor senior yang sudah berusia hampir 60 tahun tersebut, tidak ada supporting actor yang semenonjol J.K. Simmons, dan saya yakin dirinya akan menyabet piala Oscars layaknya ia menyabet piala Golden Globes kemarin untuk nominasi Best Supporting Actor.

Tapi yang membuat Whiplash menjadi makin intens adalah ketika interaksi Andrew dan Fletcher terjadi, dari menit awalnya pun penonton seperti sudah diberi peringatan bahwa nanti hidup Andrew akan bertambah susah dan depresif ketika ia bertemu Fletcher. Pokoknya semua kegilaan dan kesusahan yang Andrew hadapi selama film ini berjalan benar-benar merasuk ke dalam raga dan batin saya, melihat susah payahnya mengejar ambisi dan kejayaan di ujung jalan benar-benar digambarkan dengan cara yang eksplisit tapi menarik oleh Damien Chazelle. Sekali lagi harus saya katakan kalau Damien Chazelle ini jenius, dan gilanya, ia masih berusia 30 tahun! Kecintaannya pada musik jazz dan pengalaman pribadinya yang pernah susah menjadi pemain band ketika jaman sekolah dulu tersampaikan dengan sangat gamblang dan super duper menghibur di Whiplash.

So far, Whiplash adalah salah satu film nominasi Best Picture tahun ini yang paling menonjol yang pernah saya tonton. Masih banyak film nominasi Best Picture lain yang belum saya tonton, tapi untuk saat ini Whiplash masih terngiang-ngiang di kepala saya, alunan melodi-melodi di lagu Whiplash dan Caravan terus-terusan stuck di otak saya apalagi ketika klimaksnya yang epik itu. Salut untuk Miles Teller yang menunjukan bahwa dirinya bukan hanya modal tampang saja untuk berakting tapi juga modal skill main drumnya yang ciamik dijamin dapat membuat anda gregetan untuk mencoba main drum lagi, terlebih bagi yang sudah meninggalkan drum set sama sekali, siap-siap gatal ingin menggebuk drum setelah menonton film keren yang satu ini. A MUST SEE!