Review Guardians of the Galaxy Vol. 2 by dodon_jerry

Akhirnya sekuel kedua film ini muncul. Saya termasuk penasaran dengan idola marvel satu ini. Jarang terungkap dan diekspose namun lebih manusiawi dan realistis elemennya. Ceritanya juga punya banyak pesan moral dibanding super hero lain. Mudah-mudahan ada yang setuju dengan pendapat saya.

Film sekuel ini bercerita tentang pertemuan Peter Quill (Chris Pratt) dengan ayah kandungnya Ego (Kurt Russell). Mereka mencoba mengurai misteri dari garis keturunan Peter Quill.

Sepanjang cerita, para Guardians of the Galaxy, Gamora (Zoe Saldana), Drax (Dave Batista) Rocket Racoon (Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel) juga membantu Peter Quill untuk mengetahui niat Ego yang sesunguhnya. Mengapa dia tiba-tiba membutuhkan Peter Quill kembali ke planetnya?

Bukan hanya sekadar opera ruang angkasa yang penuh aksi dog fight dan baku tembak ala film action, film ini juga mengambil tema keluarga untuk menambah dimensi pada karakter-karakternya.

Formula yang diterapkan oleh Guardians of the Galaxy Vol. 2 sebetulnya tidaklah berbeda jauh dengan instalmen pembukanya – kalau tak mau dibilang serupa. Beberapa menit selepas film memulai penceritaannya, ingatan seketika dilayangkan keseri pertama. Beragam similaritas bisa dijumpai dengan mudah. Bukan sesuatu yang salah, tentu saja, terlebih James Gunn memperoleh cara agar kesenangannya tetap berada di level maksimal. Apabila ada kekurangannya, maka itu terhempasnya unsur kejutan karena kita telah cukup familiar dengan atraksi-atraksi yang ditebar sepanjang durasi mengalir. Pertanyaan di paragraf pertama pun terjawab: Guardians of the Galaxy Vol. 2 tidak mempunyai kekuatan yang sama untuk memikat penonton seperti halnya ‘sang kakak’. Jawaban ini mengundang tanya lain, apakah itu berarti film kelanjutan ini buruk atau berkurang jauh kadar kenikmatannya? Untungnya, sama sekali tidak. Walau sebagian diantaranya sebentuk pengulangan, Gunn piawai membuatnya tetap terasa segar sekaligus menyenangkan buat dinikmati. Formulanya adalah beri ruang gerak lebih luas bagi interaksi benci-tapi-sayang antara personil Guardian yang mengundang tawa pula rasa hangat, lebih banyak sekuens laga yang mengasyikkan, diisi dengan cermat lagu-lagu dari era 60-70’an untuk menghipnotis penonton, dan paling penting: sajikan plot dengan muatan konflik mengikat sehingga penonton pun bersedia menginvestasikan emosinya secara sukarela kepada film.

Guardians of the Galaxy Vol. 2 berasa agak penuh sesak kala memperbincangkan soal plot. Pembahasan utama yang dikedepankan Gunn memang terkait pertemuan Peter dengan Ego, namun di sela-sela plot utama kita juga mendapat suguhan berupa bagaimana Guardian harus menghindari kejarankaum Sovereign yang meluap-luap amarahnya, lalu pemberontakan di dalam tubuh Ravager disusul adanya upaya mengkudeta Yondu (Michael Rooker) karena sang pemimpin dianggap kian lembek, sampai naik turunnya relasi Gamora dengan saudarinya, Nebula. Ada kalanya memunculkan rasa lelah – apalagi jika Gunn berkenan memangkas salah satu subplot, durasi bisa lebih ekonomis – tapi kabar baiknya, tak sampai memberi rasa pusing akibat kebingungan saking banyaknya cabang penceritaan apalagi kebosanan.

Keputusan si pembuat film ini untuk menyuguhkan banyak hal bisa dipahami begitu film tutup durasi dan segalanya terbayar lunas melalui klimaks emosional yang tanpa tersadarakan membuatmu merasakan adanya air menggenangi pelupuk mata. Ya, jika disandingkan dengan film pertama, Guardians of the Galaxy Vol. 2 bisa dikata lebih unggul dalam hal menguras emosi. Lalu bagaimana dengan humor, laga, dan pilihan lagu pengiring yang menjadi kekuatan franchise ini? Soundtrack masih ampuh menciptakan irama hentakkan kaki kendati tak semembekas jilid awal, sementara elemen komedi dan aksinya ditingkatkan. Telah dibombardir oleh Gunn sedari opening credit-nya yang lucu pula seru.

Alur ceritanya cukup pas. Banyak humor sehingga membuat film ini selalu segar dan tidak membosankan. Yang paling menggemaskan di film ini adalah Baby Groot! Dari awal film sampai akhir sungguh bikin gemas! Beberapa adegan yang sukses bikin saya ngakak antara lain adegan pertarungan awal, kelakuan Drax (Dave Bautista) dan Baby Groot, Mary Poppins, dan Pacman. Eh ini bukan spoiler ya, cuma menyebutkan clue-nya aja. Menurut saya film Guardians of the Galaxy vol.2 ini sama bagusnya dengan yang pertama. Porsinya pas. Bahkan yang ini mungkin lebih lucu.