Browse By

Richard Galliano

Galliano tidak hanya mengangkat derajat musik Paris abad ke-19 dari latar dansa menjadi sebuah kesenian, ia juga mengangkat instrumen akordeon sehingga punya tempat dalam jazz.

Ia telah banyak bekerja sama dengan musisi jazz hebat sejak 1970an, mulai dari Ron Carter dan Kurt Elling sampai Toots Thielemans, dan ia melanjutkan untuk bermain dengan musisi hebat disekitarnya. Pemain akordion ini memiliki permainan yang menghasilkan suara unik untuk musik dari Chick Corea, Duke Ellington, Horace Silber dan John Coltrane, sampai komposer klasik Brazil seperti Ivan Lins, Joåo Doato dan Abel Silva.

Akordionis Richard Galliano memainkan musik folk Eropa awalnya, secara khusus pada awal abad ke-20 dimana ia memainkan musik yang mengiringi dansa Perancis atau yang dikenal dengan musette – seperti yang dilakukan mentornya, Astor Piazzolla untuk tango Argentina. Galliano menganggap Piazzolla sebagai ayah kedua dan dua instrumen folk mereka, akordeon dan bandoneón – bertanggungjawab terhadap inovasi lantai dansa bal-musette kafe-kafe di Perancis. Galliano kemudian banyak melakukan improvisasi dengan mempelajari jazz Amerika.

Lahir di Perancis dari orang tua asli Italia, Galliano mulai memainkan akordion yang merupakan milik ayahnya sejak ia masih belia. Kemudian ia memainkan trombone dan belajar komposisi musik di sebuah Akademi di Nice. Jazz sudah ia senangi sejak remaja, terlebih ketika era Miles Davis dan Clifford Brown, ia mulai fokus dengan musik jazz di akhir 1960an.

Hidup sebagai akordionis jazz agaknya sulit untuk dilakukan, di Paris pada 1973-1976 ia menjadi konduktor musik, arranger dan komposer untuk orkestra Claude Nougaro. Selama disinilah ia banyak bekerja sama dengan musisi jazz Amerika dan Eropa, seperti Chet Baker, Joe Zawinul, Toots Thielemans, Ron Carter, Michel Petrucciani dan Jan Garbarek.

Pertemuannya dengan Astor Piazzola membuatnya kembali fokus pada musik asli Eropa dan melakukan pembaruan mussette, yang pada saat itu dikenal luas sebagai musik antik. Ia bergabung dengan label Dreyfus pada 1993. Beberapa rekaman yang ia lakukan bersama klarinetis/saksofonis sopran Michel Portal, gitaris Jean Marie Ecay dan beberapa musisi favoritnya seperti pada rhythm section, bassis oleh Jean- François Jenny-Clark (setelah ia meninggal, posisinya diganti Remi Vignolo) dan drummer Daniel Humair.

Gallianissiomo (2001), dirilis sebuah kompilasi dari 7 albumnya dan satu rekaman baru, Face to Face, duetnya bersama pianis dan vokalis Perancis Eddy Louiss.

Blues Sur Seine (2004) dirilis, duetnya bersama cellis Jean-Charles Capon. Sebagai solois bersama Josefine Cronholm dalam Blue Hat oleh Søren Siegumfeldt’s String Swing dan dalam Concerts bersama Portal. Menyusul Ruby, My Dear (2005) oleh the New York Trio, Galliano, Larry Grenadier (bassis) dan Clarence Penn (drummer).

Di tahun 2007, ia merilis Solo dan Mare Nostrum. Mare Nostrum album tango yang menghadirkan Paolo Fresu, Jan Lundgren dan Luz Negra. Baik tur, rekaman dan komposisi yang ia buat mendapat sambutan yang sangat baik di Amerika dan Eropa.

Bersama Charlie Haden, Mino Cinelu dan Gonzalo Rubalcaba merekam album Love Day : Los Angeles Sessions (2008) dan bersama Brussels Jazz Orchestra untuk album Ten Years Ago, kedua album ini dirilis di Milan.

Merilis album Sentimentale pada September 2014 yang diproduseri oleh pendiri label Resonance, George Klabin. Untuk band studionya, terdiri dari pianis-arranger Tamir Hendelman, gitaris Anthony Wilson, bassis Caelos Del Puerto dan drummer Mauricio Zottarelli.