#Rumpi : Boneka Unyil

Hari Minggu di era 80-an, keluarga Indonesia akan duduk manis di depan televisi untuk menonton film boneka Si Unyil. Film boneka produksi PPFN (Perum Produksi Film Negara) sangat disukai oleh berbagai kalangan.

Film Si Unyil dibuka dengan adegan Si Unyil dan kawan-kawannya melakukan hompimpa… lalu terdengar ada yang berteriak: Unyil.. kucing…! Kemudian theme song Si Unyil pun diperdengarkan. Nama-nama tokoh satu persatu muncul di layar TV. Hampir semua anak hafal dengan tokoh-tokoh yang ada di Si Unyil.

Cerita dalam Si Unyil sangat membumi, diambil dari kejadian sehari-hari masyarakat Indonesia. Diajarkan bagaimana menghargai orang tua, bagaimana menyelesaikan suatu masalah, bagaimana bertoleransi antar umat beragama dan antar etnis, dan sebagainya. Program-program pemerintah seperti keluarga berencana, hidup sehat, wajib belajar pun tersosialisasi melalui film boneka Si Unyil ini.

Bujang Dare tahu, kenapa tokoh Unyil selalu memakai peci dan sarung? Menurut Drs. Suyadi alias Pak Raden, sarung dan peci disematkan di Unyil sebagai ciri khas anak Indonesia.

Pada 1979, Direktur Perum Produksi Film Negara G Dwipayana menggagas sebuah film untuk anak-anak Indonesia. Dwipayana menggandeng Pak Raden dan Kurnain Suhardiman. Pak Raden dan Kurnain mengusulkan film boneka dan disetujui Dwipayana.

Sebelum diajak bekerja sama dengan PFN, Kurnain pernah membuat cerita bersambung dengan tokoh utama Unyil. Saat itu, Kurnain masih remaja. Akhirnya Kurnain mengusulkan agar Unyil menjadi tokoh sentral di film boneka itu.

Karena merupakan penulis dan sutradara, Kurnain mendapat tugas menulis cerita Si Unyil. Sedangkan, Pak Raden membuat boneka dan desainnya. Pak Raden pun mengonsep sosok si Unyil. Sosok Unyil dikonsep oleh Pak Raden memiliki hidung yang tidak mancung, kulitnya sawo matang. Menurut Pak Raden, visual seperti ini menggambarkan secara umum anak Indonesia.

Masih ingat dengan tokoh-tokohnya?

Unyil
Nama Unyil berasal dari kata ’mungil’ yang berarti ’kecil’. Boneka Unyil dibuat dengan ciri-ciri fisik kulit yang sawo matang, hidung pesek, dan selalu mengenakan peci, baju koko, dan sarung.

Ucrit
Ucrit adalah salah satu sahabat Unyil. Ucrit diceritakan sebagai pemeluk agama Katolik. Persahabatan Ucrit dan Unyil mengambarkan keberagaman agama di Indonesia yang bisa hidup dengan rukun dan bersahabat walau berbeda agama dengan Unyil yang seorang muslim.

Usro
Usro adalah sahabat Unyil selain Ucrit. Sebagai sahabat, Usro dan Ucrit selalu menemani Unyil dalam petualangan di serial Si Unyil. Bahkan, mereka memiliki grup band yang diberi nama Band Dekil. Sangat mudah untuk mengenali Usro. Dia selalu memakai kemeja kotak-kotak dengan belahan rambut di tengah.

Meilani
Meilani adalah salah satu dari trio teman perempuan Unyil, yaitu Siti dan Menik. Meilani merupakan tokoh keturunan Tiongkok yang berasimilasi dalam masyrakat Indonesia. Mereka hidup rukun dengan meski berbeda suku dan latar belakang budaya.

Cuplis
Cuplis bersama teman dekatnya Endut dan Pesek (Kendar) adalah kelompok teman yang suka bermusuhan dengan kelompok bemain Unyil.

Pak Raden
Inilah tokoh yang dimainkan langsung oleh pembuat tokoh-tokoh Si Unyil, yaitu Suyadi. Tampilan Pak Raden begitu khas dengan unsur Jawa yang kental. Ia menggunakan kain beskap berwarna hitam, menggunakan blangkon dan lengkap dengan tongkat di tangan. Kumis tebal yang melintang dan tawa yang menggelegar juga menjadi ciri khas Pak Raden.
Sebagai orang yang memegang teguh adat Jawa, segala sesuatu yang dikerjakan Pak Raden selalu mengacu pada primbon. Pak Raden diceritakan sebagai orang keturunan darah biru. Dia memiliki sifat pelit dan pemarah. Ada ciri khas kata-kata Pak Raden saat menghindar untuk ikut kerja bakti di desa Sukamaju. Ia akan mengatakan, ”Waduh biung, encokku kumat”.

Pak Ogah
Pak Ogah adalah seorang tunakarya dengan ciri fisik kepala gundul dan hidung besar. Seperti namanya, Pak Ogah menggambarkan sosok yang pemalas dan selalu menolak diajak dengan jawaban “Ogah ah”. Ia biasanya hanya duduk-duduk di pos ronda bersama Pak Ableh. Setiap ada orang lewat, pak Ogah akan meminta uang dengan mengatakan kalimat yang menjadi ciri khasnya yaitu, “Cepek dulu dong”.