#Rumpi Indonesia di Olimpiade Musim Panas

Olimpiade

Sebagai turnamen olahraga terbesar di dunia, Olimpiade selalu memiliki momen-momen terbaiknya dalam setiap penyelenggaraannya. Olimpiade Rio 2016 menjadi ajang ke-15 bagi Indonesia dan sekarang berada di peringkat ke-39 dengan raihan 2 medali perak dari cabang olahraga angkat besi oleh Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan.

Dalam tujuh partisipasi pertama, Indonesia gagal membawa pulang satu medali pun. Kapan Indonesia pertama mengikuti ajang tersebut? Bagaimana kiprah Indonesia di Olimpiade Musim Panas pada era 80an dan 90an?

  • Olimpiade Pertama Indonesia.
    Indonesia pertama kali ikut dalam ajang olahraga sedunia di Olimpiade Helsinki, pada 1952 dengan mengirimkan tiga atlet.
  • Di Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia mengirimkan tim atlet dengan jumlah yang lebih banyak dari cabang olahraga sepakbola, yang sampai ke babak semifinal. Tim sepakbola Indonesia bermain imbang dengan Rusia 0-0, kalah dalam pertandingan ulangan dengan skor 0-4. Rusia masuk ke babak final dan meraih medali emas.
  • Kembali mengikuti ajang Olimpiade Muenchen 1972, Indonesia mendapat sorotan ketika atlet angkat besi Charlie Depthios memecahkan rekor dunia, tetapi sayangnya rekor itu diraih pada angkat keempat (extra lift) sehingga tak tercatat di Olimpiade.
  • Absen dalam Olimpiade Moskow 1980, selain Indonesia yang tidak ikut, banyak negara terutama AS dan negara-negara Eropa memboikot ajang Olimpiade sebagai bentuk protes perang Soviet-Afganistan.
  • Pelari Indonesia, Purnomo, menorehkan prestasi baru pada Olimpiade 1984, masuk ke babak perempat final.
  • Medali Pertama Indonesia.
    Medali pertama di ajang olimpiade dipersembahkan oleh trio atlet panahan yang dikenal dengan tiga Srikandi, dengan meraih perak. Ketika itu Nurfitriyana S. Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani mengalahkan tim panahan AS.
  • Olimpiade Barcelona 1992.
    Ajang Olimpiade yang paling mengesankan selanjutnya terjadi di Barcelona pada tahun 1992. Dua atlet Indonesia meraih medali emas untuk pertama kalinya bagi Indonesia. Emas pertama Indonesia di Olimpiade diraih oleh pemain bulutangkis tunggal putri, Susi Susanti. Perolehan medali emas tersebut dilengkapi oleh medali emas yang dipersembahkan oleh Alan Budikusuma melalui cabang tunggal putra. Pasangan ini kemudian dijuluki ‘Pengantin Olimpiade’. Pencapaian atlet bulutangkis Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992 tidak berhenti disana. All Indonesian final yang terjadi pada cabang bulutangkis tunggal putra menjadikan Ardy Wiranati sebagai peraih medali perak. Sementara Hermawan Susanto meraih perunggu setelah mengalahkan kandidat dari Tiongkok. Selain medali yang dipersembahkan oleh tunggal putri dan tunggal putra, pasangan Eddy Hartono dan Rudy Gunawan juga meraih medali perak di sektor ganda putra. Disinilah titik dimulainya ‘tradisi emas’ cabang bulutangkis.
  • Olimpiade Australia 1996.
    Atlet bulutangkis Indonesia meneruskan tradisi perolehan emas, yang diraih pasangan ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja. Di tunggal Putri, Susi yang merupakan juara bertahan memperoleh perunggu, sementara Mia Audina meraih perak. Di ganda Putra, pasangan Antonius Ariantho/Denny Kantono meraih perunggu. Di Australia, Indonesia meraih enam medali, bulutangkis masih menyumbangkan emas melalui ganda putra Tony Gunawan dan Candra Wijaya. Di ganda campuran Tri Kusharjanto dan Minarti Timur meraih perak, begitu pula Hendrawan di tunggal putra. Selain itu, atlet angkat besi putri Indonesia juga meraih tiga medali. Raema Lisa Rumbewas (perak, angkat besi 48 kg putri), Sri Indriyani ( perunggu, angkat besi 48kg putri), dan Winarti Binti Slamet (perunggu, angkat ebsi 53 kg putri).

Sumber:
http://bola.liputan6.com/read/2575288/klasemen-medali-olimpiade-2016-as-memimpin-indonesia-melorot
http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/08/160804_olahraga_prestasi_olimpiade

(Febi)