#Rumpi : Kaset Tape

8 Oktober diperingati sebagai International Cassette Store Day. Beragam cara dilakukan untuk merayakannya. Beberapa artis ada yang merilis single versi kaset dan dijual terbatas sampai perayaan di beberapa kota sebagai ajang untuk mengenang kembali masa jayanya kaset. Ada diantara Bujang Dare yang memiliki kaset sampai sekarang? Ketahui beberapa fakta menarik mengenai kaset.

Kaset atau cassette berasal dari Bahasa Perancis yang artinya “kota kecil”.

Kaset terdiri dari kumparan-kumparan kecil yang membentuk gulungan pita. Kumparan tersebut terbungkus dalam bungkus plastik berbentuk kotak kecil berbentuk persegi panjang. Di dalamnya terdapat sepasang roda putaran untuk pita magnet. Pita ini akan berputar dan menggulung ketika kaset dimainkan atau merekam.

Kaset pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada tahun 1963 di Eropa dan tahun 1964 di Amerika Serikat, dengan nama Compact Cassette.

Selama periode keemasan kaset, beredar pula alat putar portable yaitu walkman yang dipopulerkan oleh Sony.

Sebenarnya kaset lebih tahan terhadap debu, panas, dan goncangan jika dibandingkan pesaing digital utamanya (CD).

Kaset masuk Indonesia baru di tahun 1970-an. Sebelumnya perusahaan rekaman yang ada seperti Lokananta masih menggunakan perekam piringan hitam.

Kaset kosong banyak dibeli, tujuannya untuk merekam lagu kesukaannya, bisa dengan meminjam kaset teman lalu direkam, atau merekam lewat radio. Kualitasnya tentu tidak memuaskan, tetapi cukup untuk sekedar didengarkan, jika sudah bosan, isi kaset tersebut bisa diganti sesuai dengan keinginan.

Memberikan plester, isolasi pada cover kaset untuk keamanan dan menghafal lagu dengan membaca lirik yang ada pada cover. Tujuan memberikan plester, isolasi supaya cover kaset tidak lecek, tidak sobek, tidak dicorat coret dan aman dari basah.

Hampir semua penikmat musik lewat kaset tidak mendengar isi kaset secara keseluruhan, apalagi jika sudah mengetahui lagu mana saja yang menurutnya asik untuk didengarkan, tombol Rewind dan Fast Forward (FF) menjadi primadona pada setiap alat pemutar pemusik, memencet tombol Rewind jika lagu sebelumnya ingin didengarkan kembali atau memencet tombol FF jika ingin melompati lagu yang tidak disukai.

Hubungan pinsil, ballpoin atau spidol kecil bisa menjadi alat pemutar kaset jika kaset semrawut, atau bisa juga menjadi pengganti tombol Rewind dan FF, caranya tentu saja dengan memasukkan pinsil pada roda perputaran kaset, kemudian diputar sesuai keinginan.

(sumber)
(sumber)
(sumber)