Browse By

#Rumpi Kompas

Menurut sejarah, alat ini berasal dari negara Cina. Sumber mengenai keberadaan alat ini berasal dari naskah kuno yang berkaitan dengan magnet. Kompas diperkirakan sudah ada sejak masa Dinasti Qin tahun 221-206 sebelum masehi. Menariknya, pada saat itu kompas bukan dipakai sebagai penunjuk arah melainkan dipakai untuk keperluan Feng-shui ataupun sesuatu mengenai posisi yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan manusia.

Dalam sejarah Tiongkok, banyak pengrajin terampil yang menciptakan perangkat penunjuk arah yang menarik dan halus, seperti Kompas Chariot yang dibuat oleh Ma Jun selama periode Tiga Kerajaan, Kompas Ikan pada era Dinasti Song Utara dan Kompas Kura – kura yang dirancang oleh Chen Yuanliang pada era Dinasti Song Selatan. Patung porselen ‘Zhang Xianren’ yang digali pada tahun 1988 adalah bukti kuat bahwa bentuk dasar dari kompas modern pertama kali ditemukan oleh Tiongkok kuno.

Esensi kompas yang sebenarnya diciptakan oleh seorang master geomantis Tiongkok pada akhir Dinasti Tang, yang awalnya digunakan untuk ramalan. Bahan utama dari kompas adalah jarum baja bermagnet. Tubuh kompas pertama kali dibuat sederhana, kemudian diubah menjadi lebih rumit, dan akhirnya diubah kembali menjadi cukup sederhana untuk diaplikasikan dalam navigasi. Dengan bantuan kompas, manusia akhirnya membuat terobosan pertama mereka dalam menaklukkan laut. Kompas telah berkeliling ke seluruh dunia bersama dengan gelombang laut, dan secara signifikan mendorong perkembangan navigasi di Tiongkok dan dunia.

Semakin berkembangnya zaman, alat ini pun berubah fungsi menjadi alat untuk penunjuk arah mata angin. Hal tersebut terjadi ketika masyarakat Cina mulai melaut, diperkirakan ketika itu sekitar awal abad X11. Semenjak berubah fungsi itulah alat ini lebih populer sebagai alat penunjuk arah.

Kompas baru dikenal di Eropa setelah tahun 1150. Alexander Neckam di tahun 1190 menulis tentang penggunaan alat untuk memandu kapalnya di Inggris. Di Perancis, ditemukan kompas jarum poros pada tahun 1240. Seorang Italia yang menemukan nama “kompas” sekitar tahun 1250. Kata ini berasal dari bahasa Italia “Compassare” yang berarti melangkah melingkar atau mengukur atau memandu.

Banyak navigator yang memakai alat ini untuk dijadikan pemandu perjalanan mereka. Sejumlah orang pun mulai melakukan pengembangan pada alat ini, contohnya Marinus G van den Bos. Ia membuat sebuah kompas hasil modifikasinya sendiri, kompas tersebut diberi nama Gyrocompass atau giroskop. Kemudian pada tahun 1899, Arthur Krebs melakukan penyempurnaan pada kompas modifikasi Marinus G van den Bos.