#Rumpi Senjata Api

Ketika peradaban manusia belum mengenal senjata api, senjata tradisional dipakai dengan dilontarkan tangan atau alat sederhana, misalnya busur atau ketapel. Setelah ditemukan bubuk mesiu untuk amunisi, alat peledak, dan kembang api, senjata api pun mulai berkembang. Dalam senjata api, bubuk mesiu yang mudah terbakar itu cepat membentuk gas tekanan tinggi di dalam laras sehingga meningkatkan kecepatan peluru.

Senjata api dulunya memakai bubuk mesiu hitam. Ada juga bubuk mesiu tanpa belerang yang tak sekuat bubuk hitam. Sayangnya, bubuk hitam itu mengikis laras, banyak abunya, dan sangat berasap. Masalah tersebut diatasi dengan mengembangkan bubuk mesiu tanpa asap. Tahun 1887, ahli kimia Swedia, Alfred Nobel, menghasilkan bubuk koloida pertama. Kini, mesiu jenis ini dipilih untuk amunisi.

Masyarakat Cina mungkin yang pertama mengenal bahan peledak. Dari Asia, mesiu menyebar ke Barat dan akhirnya ke Eropa pada tahun 1200-an. Di Barat komposisi mesiu didaftarkan patennya tahun 1242 oleh Roger Bacon (1214 – 1292).

Bubuk mesiu punya kontribusi dalam perubahan sistem sosial di Eropa tahun 1300 – 1400-an. Sistem feodalisme runtuh, karena benteng batu yang melindungi wilayah raja dan bangsawan tidak kuat menahan terjangan peluru bola meriam.

Meriam merupakan senjata pertama yang memakai bubuk mesiu. Ada bukti, senjata api paling awal dipakai tahun 1247 dalam pertempuran di Seville. Catatan tertua pemakaian bubuk mesiu mengacu pada meriam dari tahun 1313, diduga buatan warga Jerman Berthold Schwarz.

Selanjutnya, flintlock atau pemakaian batu api dikembangkan di Prancis tahun 1630 – 1640. Flintlock dipakai sebagai sistem standar senjata militer selama lebih dari 200 tahun. Tahun 1807 Alexander Forsyth, penemu berkebangsaan Skotlandia, memperkenalkan sistem yang memungkinkan pistol diisi dari bagian moncong.

Kata “pistol” berasal dari nama kota Pistoia, Italia, tempat pembuatan pistol di abad XV. Pistol praktis Colt Paterson dipatenkan di Inggris tahun 1835 oleh Samuel Colt, ilmuwan penemu dari AS. Tahun 1857, penemu dari AS lainnya, Horace Smith dan Daniel Wesson, membuat pistol revolver dengan peluru tabur. Borchardt, pistol semiotomatis yang bisa mengisi sendiri, lahir tahun 1895. Ia bisa diisi 8 peluru tabur. Tahun 1897 John M. Browning, juga dari AS, mematenkan pistol otomatis yang menjadi dasar pistol otomatis berikutnya.

Ketika teknologi elektronik maju pesat, teknologi ini pun diadopsi untuk pistol. Mike O’Dwyer dari Australia berhasil membuat pistol otomatis elektronik yang bisa meletuskan 3 hujan tembakan hanya dalam 1/5.000 detik! Agar tak disalahgunakan sembarang orang, dibuatlah sistem kunci elektronik 64 digit. Untuk mengaktifkannya si pengguna harus memakai cincin khusus yang menyimpan tranponder mini.

Jenis-jenis pistol di dunia

FN-FNP45
Pistol FN Herstal FNP adalah hasil join Belgia dan manufaktur AS. diproduksi di Columbia oleh FNH USA. Ini telah diproduksi sejak Februari 2006 dan menembakkan 9 x 19mm Parabellum kartrid. Muncul dengan sebuah putaran 14-16 peluru.

QSZ -92
Pistol recoil operated locked breech dan menggunakan sistem penguncian barel berputar. asal Republik Rakyat China. Menggunakan kartrid 9x19mm Parabellum dan diproduksi oleh Norinco di Changfeng Machine Shop.

Walther P99
Walther P99 adalah pistol semi otomatis asal Jerman, digunakan oleh polisi Jerman, Polandia dan tentara Finlandia. Pistol ini menembakkan cartridge 9x19mm Parabellum

Beretta 92
Beretta 92 Buatan Italia. Pistol Ini menembakkan peluru 9x19mm Parabellum. Sudah di produksi sejak tahun 1975 terutama untuk militer Italia, Perancis dan AS.

FN 57
Pistol semi otomatis produksi perusahaan senjata asal Belgia, FN Five-seven. Penamaan pistol ini didasari atas penggunaan peluru berkaliber 5,7 mm yang digunakan senjata ini, Peruntukan senjata ini pada awalnya untuk kalangan militer dan penegak hukum, tetapi pada tahun 2004 FN memproduksi juga varian bagi warga sipil dengan nama FN Five-seven USG yang dilengkapi dengan rel Picatinny. Pistol ini banyak digunakan oleh pasukan elit/khusus di banyak negara termasuk Indonesia.