#Rumpi Seragam Militer

Seragam prajurit sendiri mengalami perubahan besar selama berabad-abad. Terutama dari warnanya yang bervariasi, rumit, dan praktis. Dengan bentuknya yang standar dan khas sebetulnya ditujukan sebagai identifikasi. Tampilan militer merupakan tanda kekuatan militer oleh otoritas sebuah negara.

Army Green Amerika Serikat

Setelah Perang Dunia II berakhir, sekitar delapan juta tentara Amerika Serikat kembali dengan seragam berwarna hijau zaitun kusam (Olive Drab atau OD). Saat itu memang belum ada seragam yang benar-benar merepresentasikan keprajuritan.

Pasca perang, tentara yang baru bergabung menginginkan seragam baru. Oleh James Harold Doolittle, kepala Angkatan Darat Amerika Serikat, salah satu daftar pembaharuannya adalah kesamaan seragam. Satu dekade berlalu dan seragam angkatan darat memulai debutnya. Pertama mereka mencari warna seragam biru, pejabat angkatan darat menginginkan seragam dengan warna atraktif dan berbeda dengan seragam angkatan darat sebelumnya. Seragam mereka awalnya memakai warna biru yang terlalu mirip dengan seragam angkatan laut.

Akhirnya sepakat dipilih warna hijau abu-abu. Pemilihan warna ini juga direkomendasikan oleh Ilmuwan dan ahli fashion. Hijau adalah warna yang khas dengan unit senjata di masa Revolusi. Pengembangan seragam hijau baru pun dimulai. Untuk lebih mewakili desain modern pascaperang dirancanglah seragam baru. Mantel tanpa sabuk adalah gaya yang diadopsi, serupa dengan potongan seragam wol semi-dress yang diperkenalkan pada 1942. Kantong dada dan tepi pada seragam tentara sebelumnya dipertahankan. Perubahan menjadi seragam Army Green terbukti sulit. Namun dilakukan dengan cepat.

Transisi dari seragam OD berlangsung selama tiga tahap. Setelah mengesahkan pembelian seragam hijau angkatan darat pada 1956, tahun berikutnya adalah angkatan darat mulai memunculkan untuk memakai satu seragam warna Army Green dan satu Olive Drab. Seragam angkatan darat Olive Drab hanya dipakai saat tak bertugas. Pada 1960, Olive Drab hilang, satu-satunya seragam hanya Army Green.

Army Green merupakan warna seragam yang paling lama bertahan dalam sejarah angkatan darat. Army Green dianggap sebagai tradisi dari generasi tentara. Army Green menjadi citra seragam Angkatan Darat Amerika.

Bagaimana dengan seragam militer Indonesia?

Seragam tentara loreng di Indonesia memiliki perjalanannya sendiri. Seragam dengan Loreng Macan Tutul pertama dipakai sebagai tanda pengenal kualifikasi prajurit Siliwangi. Pakaian loreng berasal dari Amerika Serikat yang diproduksi pada masa PD II. Dirancang dengan fungsi ganda, corak dominan berwarna cokelat untuk dipakai dalam operasi pendaratan pantai, sedangkan corak yang dominan berwarna hijau untuk digunakan dalam operasi di hutan. Praktiknya, seragam ini sulit dipakai bolak-balik dalam medan pertempuran yang begitu panas. Apalagi saat menghadapi wabah seperti diare, disentri, kolera yang sering berjangkit dalam pertempuran di daerah tropis.

Saat PD-II berakhir, pakaian seragam Loreng Macan Tutul diberikan sebagai bantuan kepada tentara Kerajaan Belanda. Lalu pada akhirnya diberikan kepada angkatan perang Indonesia saat kemerdekaan RI. Pakaian tersebut kemudian dibagikan sebagai seragam khusus prajurit-prajurit satuan komando. Pakaian Loreng Macan Tutul ini cukup terkenal sebagai ciri khas prajurit Baret Merah.

Beberapa tahun kemudian, persediaan pakaian Loreng Macan Tutul semakin berkurang. Di negara asalnya Amerika Serikat seragam loreng ini sudah tidak diproduksi lagi. Lalu tentara Indonesia mulai membuat sendiri pakaian seragam khusus bagi prajurit Baret Merah. Dalam prosesnya disetujuilah penggunaan pakaian seragam yang dirancang dengan corak khusus yang khas. Seragam ini kemudian dikenal dengan nama Loreng Darah Mengalir. Pakaian loreng baru itu secara resmi diperkenalkan kepada publik untuk pertama kali pada acara parade dan defile pasukan di lapangan parkir Senayan dalam Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata tanggal 5 Oktober 1964.

Fakta Menarik Kemiliteran Indonesia

Mempunyai Pelatihan yang Tidak Dimiliki Negara Lain
Pendidikan gerilya merupakan salah satu strategi perang yang dikenal luas dan sangat efektif untuk mengelabui, menipu, bahkan menyerang secepat kilat. Taktik mengepung yang tak terlihat ini dinilai ampuh untuk menyerang musuh dalam jumlah besar.

Urutan Ketiga Militer Terkuat Dunia

Setelah Inggris dan Israel, Indonesia berada di posisi ketiga militer terkuat di dunia. Kopassus atau Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat Indonesia sering digunakan untuk melaksanakan misi operasi khusus, seperti konvensional perang dan sabotase, kontra-pemberontakan, kontra-terorisme, dan pengumpulan intelijen.

Indonesia Menjadi Guru Militer Vietnam dan Korea Utara

Jenderal Tommy Frank, Pemimpin Delta Force, pernah menceritakan pengalaman pahitnya ketika menyerang Vietnam dan Korea Utara. Pemimpin AS itu sadar siapa di balik kekuatan kedua negara Asia yang tengah konflik dengan mereka. Indonesia-lah yang disebut sebagai guru kemiliteran Vietnam dan Korea Utara.

Angkatan Udara dengan Pasukan Terlengkap dan Terkuat di Asia

Pasukan berkualifikasi Korps Pasukan Khas TNI AU ini dulu dikenal dengan nama Pasukan Gerak Tjepat dan Kopasgat. Angkatan Udara AS juga memiliki pasukan serupa dalam beberapa satuan, yakni US Air Force Control Combat Team, US Air Force Pararescue, dan US Air Force Air Tactical Control Party. Namun, kekuatan angkatan udara Indonesia melebihi mereka.

30 Negara Menggunakan Baju Militer Buatan Indonesia

Indonesia mampu mengekspor seragam militer ke banyak negara, seperti Jerman, Inggris, Austria, Swedia, Belanda, Amerika Serikat, Turki, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Selandia Baru. Bahkan, seragam militer buatan Indonesia sudah dipakai anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO).