Browse By

Satpol PP Pontianak Jaring 10 Pengemis

Pontianak – Satpol PP Kota Pontianak menjaring 10 pengemis yang berkeliaran di sejumlah lokasi di Kota Pontianak. Mereka diamankan ketika tengah beroperasi di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Mawar, Pasar Flamboyan, Pasar Dahlia, Pasar Teratai dan beberapa titik. Dari jumlah tersebut, hampir sebagian besar berasal dari luar wilayah Kota Pontianak.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Pontianak, Sumardi, menyebut, para pengemis yang berasal dari luar Kalbar, diantaranya dari Madura, Kudus, Banyuwangi dan Pamekasan. Selebihnya dari Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

“Saat kita amankan, ada pengemis yang memiliki handphone. Sedangkan uang yang mereka dapatkan dari hasil mengemis bervariasi, paling besar Rp 152 ribu, padahal mereka baru saja turun mengemis,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/12).

Sumardi mengatakan, pihaknya melakukan penertiban terhadap pengemis tersebut selama dua hari, yakni pada Senin (5/12) dan Selasa (6/12). Para pengemis yang terjaring itu langsung dibawa ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak untuk penanganan lebih lanjut. Para pengemis yang berhasil diamankan adalah Saryono (57) asal Kudus, Juhairiah (25) asal Banyuwangi, Mat Toha (42) asal Pamekasan, Usnadin (80) asal Madura, Jahra (80) asal Kabupaten Sambas, Suwandi (52) asal Kabupaten Kubu Raya dan Dodi Amarta (30) asal Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan pengemis asal Pontianak sebanyak tiga orang yakni Haris (17), Along (70) dan Keng Kui (50).

Kepala Dinsosnaker Kota Pontianak, Aswin Djafar menambahkan, para pengemis yang terjaring itu ditampung sementara di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Ampera. Pengemis yang berasal dari Pulau Jawa, secepatnya akan dipulangkan dengan kapal laut menggunakan uang hasil mereka mengemis. Sementara pengemis yang berasal dari kabupaten wilayah Kalbar, menunggu tindak lanjut setelah pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten asal pengemis tersebut.

“Pengemis yang berasal dari Kota Pontianak akan kita urus mulai dari administrasi kependudukannya, kalau memang kategori miskin akan kita urus supaya mendapat fasilitas-fasilitas pelayanan sosial sehingga dia tidak lagi mengemis,” katanya.

Diakuinya, sebagian pengemis yang diamankan memang sebelumnya sudah pernah ditangkap oleh pihaknya. Bahkan, mereka sudah pernah dipulangkan ke daerah asalnya, seperti salah satunya dari Madura. Pihaknya menduga para pengemis ini sengaja didatangkan dari luar Kalbar oleh oknum warga yang mengkoordinirnya.

“Kita akan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangkap oknum warga yang mengkomersilkan para pengemis itu,” tukas Aswin.

Ia mengimbau masyarakat yang ingin memberikan sedekah, infaq dan sebagainya, bisa menyalurkannya ke lembaga atau badan yang menerima dan menyalurkan bantuan tersebut kepada yang berhak menerimanya. “Bisa ke Bazda, Rumah Zakat, Dompet Ummat atau rumah-rumah ibadah,” imbuhnya. (Wati Susilawati)