Browse By

Satu Kecamatan Minimal Miliki Satu Saluran Air

Pontianak – Kualitas dan kuantitas gotong royong di Kota Pontianak dinilai Walikota Pontianak, Sutarmidji kian meningkat. Pasalnya, masyarakat, baik tokoh masyarakat maupun pemuda aktif memperbaiki serta membersihkan lingkungannya masing-masing. Parit-parit atau saluran utama menurut orang nomor satu di Kota Pontianak ini, relatif lebih bersih dibandingkan sebelumnya.

“Kita akan fokus beberapa titik sungai dulu sebagai percontohan seperti Sungai Jawi, Sungai Bentasan dan Sungai Putat. Target selanjutnya di wilayah Pontianak Tenggara. Setiap kecamatan paling tidak harus ada satu saluran yang terawat baik oleh masyarakat secara bergotong royong,” ujarnya usai membuka kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII Tingkat Kota Pontianak di Universitas Panca Bhakti Pontianak, belum lama ini.

Sutarmidji menambahkan, kegiatan-kegiatan lain terutama percepatan pembangunan di Kota Pontianak akan dilakukan dengan pengentasan kawasan kumuh yang sebarannya masih sekitar 72 hektar. Sedangkan kawasan kumuh kategori berat sebarannya 26 hektar.

“Mudah-mudahan dalam dua atau tiga tahun ke depan pengentasan kawasan kumuh tersebut tuntas,” ucapnya.

Terkait penanganan sampah, pihaknya akan mengundang seluruh RW untuk mencari solusi bagaimana supaya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terletak di pinggir jalan ditiadakan. Sebab, keberadaan TPS-TPS itu justru menimbulkan kekumuhan akibat sampah yang meluber. Sebagai gantinya, RW bisa memobilisasi pembuangan sampah di titik-titik tertentu di mana armada pengangkut sampah akan antri di lokasi yang ditentukan. Pihaknya akan mengajak BUMN/BUMD maupun perusahaan-perusahaan untuk menyiapkan kendaraan sepeda motor tossa, yakni kendaraan roda tiga yang dilengkapi bak. Kendaraan itu sebagai sarana angkutan sampah dari lingkungan menuju ke armada angkutan sampah yang sudah menunggu di lokasi terdekat.

“Kalau masing-masing membantu satu kendaraan tossa dan terkumpul 150 tossa, Pemkot hanya tinggal membeli 100 kendaraan tossa. Sehingga semua RW memiliki kendaraan tossa untuk mengangkut sampah,” jelas Midji.

Tidak hanya itu, keterlibatan masyarakat dalam menangani sampah juga diharapkan. Salah satunya, dengan mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah-sampah. “Mari bersama-sama kita buat Pontianak ini bersih dari sampah,” ajaknya. (Wati Susilawati)