Browse By

Selamat Jalan Bang Bong! Sosok Penyabar dan Jarang Marah

Pontianak – Kabar duka menyelimuti pemerintahan Kota Pontianak, mantan Walikota Pontianak periode 1998 – 2008, Buchary Abdurrahman, meninggal dunia pada Minggu malam sekitar pukul 21.40 WIB di RS Universitas Tanjungpura Pontianak.

Jenazah dibawa langsung ke rumah duka, sebelum dimakamkan di kawasan BLKI, hari ini Senin (26/12). Sebelum dimakamkan, jenazah dibawa ke Kantor Walikota Pontianak sebagai penghormatan terakhir akan jasa-jasa semasa hidup almarhum. Almarhum yang akrab disapa Bang Bong ini dikenal sebagai seorang sosok penyabar dan selalu ceria.

Tiba di Kantor Walikota Pontianak, jenazah lantas diusung ke dalam ruangan di lantai bawah, tepat di hall depan kantor yang pernah menjadi rumah kedua mantan Walikota Pontianak  tersebut. Suasana haru terlihat dari para staff yang mengenal akrab sosok Buchary Abdurramhan.

Tampak Walikota Pontianak, Sutarmidji yang pernah menjadi wakil walikotanya. Hadir juga Wakil Walikota Pontianak saat ini Edi Kamtono, para jajaran dan staff pemerintah Kota Pontianak yang terlihat berduka. Bahkan, sejumlah pegawai yang pernah melayaninya tak kuasa menahan tangis. Suasana menjadi hening saat pihak keluraga memohonkan maaf atas segala kesalahan almarhum.

“Kami dari pihak keluarga meminta maaf jika selama hidup almarhum pernah berbuat salah dan khilaf. Mohon mendoakan agar almarhum dimudahkan perjalannya dan dilapangkan kuburnya,” ucap perwakilan keluarga.

Sementara Walikota Pontianak Sutarmidji, mengenal sosok almarhum sebagai seorang penyabar dan tidak mudah marah.

“Selama saya menjadi wakil beliau, jarang hampir tidak pernah Pak Buchary marah. Beliau sangat penyabar dan merupakan guru bagi saya. Beliau sangat baik, bahkan terlalu baik dan gampang percaya kepada orang. Itu kelebihan beliau selain sikap sabar dan penyayang. Saya menganggap beliau adalah orangtua saya karena selama saya menjadi wakil juga banyak dibimbing Pak Buchary,” ucapnya.

Ia mengaku sering berkomunikasi dengan mantan atasannya tersebut. Bahkan, kerap menyampaikan kabar berita tentang kondisi masing-masing.

“Dua Minggu lalu saya terakhir berkomunikasi menanyakan kabar masing-masing. Saya bertanya tentang kondisi beliau dan saya tidak melihat kesusahan beliau terlepas dari masalah yang menimpanya,” ungkap Sutarmidji.

Sebagai walikota, Buchary Abdurrahman dinilai berhasil dimata Sutarmidji. Buchary, kata dia merupakan pembuka pembangunan di Kota Pontianak sehingga menjadi kota berkembang dan maju.

“Keberhasilan kota tak terlepas dari jasa beliau dulu saat mulai membuka investasi dan apa yang dicapai sekarang ini tak terlepas dari peran penting beliau,” ucapnya.

Senada diucapkan Wakil Walikota Pontianak Edi Kamtono. Selama 10 tahun menjadi kepala dinas saat pemerintahannya, ia tidak pernah melihat atasannya itu marah.

“Sangat kebapakan dan penyabar. Sedih pasti, beliau mengajarkan banyak hal kepada saya, saya berterima kasih atas semua nasehat dan bimbingannya,” kata Edi Kamtono saat di rumah duka.

Begitu juga sikap ramah dan sabar diungkapkan para jurnalis yang bertugas di Pemerintah Kota Pontianak di saat Buchary masih menjabat.

“Sosok teladan dan sangat penyabar, kami kehilangan. Beliau suka sekali pantun jadi kami sangat hafal ketika beliau berpidato,” ucap Syahrul salah seorang jurnalis yang kerap meliput di lingkungan kantor walikota.

Selamat jalan pak Buchary, selamat jalan Bang Bong. Jasamu untuk Kota Pontianak akan selalu abadi. (Wati Susilawati)