Serapan Anggaran Pemkot Capai 96 persen

Pontianak – Dibanding tahun lalu, serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tahun 2016 ini meningkat. Penyerapannya diperkirakan mencapai 96 persen. Walikota Pontianak, Sutarmidji menyebut, capaian itu dinilai maksimal. Namun demikian, ia meminta, perlu dilakukan evaluasi supaya ke depan tidak terjadi penumpukan.

“Input data pelaporan harus benar, selisih antara target dan realisasi setiap bulannya juga harus diperhatikan,” ujarnya usai rapat evaluasi penyerapan anggaran di Aula Rohana Muthalib, Kantor Bappeda Kota Pontianak, Rabu (28/12).

Ke depan, ia menegaskan, di bulan ketiga setiap triwulan, target dan realisasi tidak boleh lebih dari 10 persen. Sementara, untuk realisasi pajak per tanggal 23 Desember 2016, sudah mencapai 94,36 persen. Kendati realisasinya tidak mencapai hingga 100 persen, namun dirinya menyatakan capaian itu meningkat dibanding tahun lalu. Adapun sektor pajak yang dominan tidak terealisasi targetnya adalah pajak hotel dan restoran. Sementara sektor-sektor pajak lainnya, seperti restoran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hiburan, denda-denda pajak, retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan lainnya melampaui target.

“Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) lumayan bagus yakni 83 persen. Artinya kondisi saat ini untuk sektor jual beli properti di Pontianak tidak begitu buruk,” ungkap Sutarmidji.

Transparansi anggaran di lingkungan Pemkot telah lama diterapkan, salah satunya dengan menggelar bedah APBD dan memaparkan secara terbuka APBD di sejumlah media massa. Tahun depan, lanjutnya, masyarakat bisa mengakses serapan anggaran di Pemkot Pontianak.

“Tadi kita sudah bahas sehingga semuanya transparan. Siapa saja boleh mengaksesnya,” pungkasnya. (Wati Susilawati)