SIPPohon Ajak Warga Peduli Lingkungan

Pontianak – Tercatat, 14.700 dari 75.000 pohon yang ada di Kota Pontianak telah diregistrasi secara manual. Dibutuhkan teknologi informasi sebagai solusi pendataan dan pemantauan pohon kota secara cepat.

Untuk itu, bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pontianak, Pontianak Urban Forest mengembangkan aplikasi berbasis android, SIPPohon. Tak hanya untuk meringankan kerja DKP, aplikasi yang bisa diunduh melalui Playstore ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat akan kepedulian terhadap penghijauan.

“SIPPohon salah satu instrumen bagaimana warga peduli dengan kota, warga sebenarnya bukan tidak peduli pada kotanya, permasalahannya adalah akses informasi kepada mereka. Dengan sistem open source, warga akan peduli dengan kota, terutama lingkungan hijau dan sejuk,” ujar Deman Huri, inisiator Pontianak Urban Forest, usai peluncuran Aplikasi SIPPohon di Pontianak Convention Centre (PCC), belum lama ini.

Dengan aplikasi SIPPohon ini, masyarakat bisa berperan aktif mendata dan memantau pohon di wilayahnya. Aplikasi ini mempunyai fitur pendataan dengan disertai foto. Laporan warga akan diverifikasi oleh admin sebelum masuk dalam peta. Pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan Google untuk pengembangan aplikasi.

Diakui Deman, meskipun orang-orang yang melakukan pengrusakan dan penebangan pohon di Kota Pontianak dihukum tegas, namun sayangnya sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang dikenakan masih terbilang ringan yakni sekitar ratusan ribu rupiah.

“Dengan sistem ini kita akan mengetahui satu pohon harganya berapa, mungkin berkisar sekitar Rp 50 – 100 Juta. Dengan tahu nilai karbon dan sebagainya, bisa diketahui sanksi apa yang cocok diterapkan kepada mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala DKP Kota Pontianak, Sri Sujiarti menyambut baik diluncurkannya aplikasi yang bermanfaat untuk penghijauan kota. Dengan dukungan aplikasi ini, kerja DKP diyakininya akan jauh lebih efisien dan efektif serta memiliki akses yang lebih luas. Bahkan, pihak yang memerlukan data terkait pohon yang ada di Kota Pontianak bisa langsung mengakses aplikasi SIPPohon tanpa harus datang ke Kantor DKP.

“Manfaatnya luar biasa, tugas kita lebih efektif dan efisien, selain itu data bisa dilihat langsung dan membantu pendataan pohon,” pungkasnya. (Wati Susilawati)